Tahukah Anda? World Cleanup Day Madiun Libatkan Ribuan Warga Bersihkan Lingkungan, Targetkan Indonesia Bersih 2029

Pemerintah Kabupaten Madiun serentak gelar World Cleanup Day Madiun, mengajak masyarakat peduli lingkungan. Gerakan global ini bertujuan wujudkan Indonesia Bersih 2029. Ikut serta?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? World Cleanup Day Madiun Libatkan Ribuan Warga Bersihkan Lingkungan, Targetkan Indonesia Bersih 2029
Pemerintah Kabupaten Madiun serentak gelar World Cleanup Day Madiun, mengajak masyarakat peduli lingkungan. Gerakan global ini bertujuan wujudkan Indonesia Bersih 2029. Ikut serta? (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Madiun secara serentak menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan di berbagai lokasi. Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) yang jatuh setiap tanggal 20 September. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memimpin apel kegiatan yang dipusatkan di Desa Sumbersari.

Gerakan global ini telah diikuti oleh lebih dari 180 negara sejak tahun 2018 dan menjadi bagian kalender resmi PBB. Tujuannya adalah menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah. Ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya terfokus pada satu titik, melainkan menyebar ke pasar, sungai, dan saluran air. Lingkungan sekolah, tempat ibadah, jalan protokol, hingga kawasan industri juga menjadi sasaran utama. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Pemkab Madiun dalam mendukung target nasional pengelolaan sampah.

World Cleanup Day: Gerakan Global untuk Lingkungan Bersih

World Cleanup Day (WCD) merupakan sebuah gerakan global yang telah menarik partisipasi lebih dari 180 negara. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018, WCD telah diakui dan masuk dalam kalender resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Gerakan ini secara konsisten menyatukan masyarakat dari berbagai lapisan untuk bersama-sama menghadapi tantangan sampah.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan pentingnya peringatan WCD sebagai momentum kolektif. "Gerakan ini bertujuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah dan meningkatkan kesadaran publik terhadap pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan," ujarnya saat memimpin apel. Kegiatan ini menjadi ajang nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Di Kabupaten Madiun, kegiatan bersih-bersih dilakukan serentak di berbagai lokasi strategis. Mulai dari area publik seperti pasar dan jalan protokol, hingga fasilitas umum seperti lingkungan sekolah dan tempat ibadah. Sungai, saluran air, dan kawasan industri juga tidak luput dari sasaran aksi bersih-bersih ini.

Transformasi Pengelolaan Sampah di Madiun: Dari Angkut Buang ke 3R

Peringatan World Cleanup Day di Madiun tidak hanya sebatas membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi dorongan untuk perubahan paradigma. Masyarakat diajak untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kesadaran ini diharapkan dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.

Bupati Hari Wuryanto menekankan perlunya pergeseran cara pandang dalam mengelola sampah. Dari metode konvensional yang hanya diangkut, ditumpuk, dan dibuang, kini harus beralih ke prinsip 3R. Prinsip ini meliputi Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

Penerapan 3R di rumah tangga menjadi kunci utama dalam upaya ini. "Hanya residu yang seharusnya masuk ke tempat pembuangan akhir atau TPA," kata Bupati. Langkah ini sangat penting untuk memenuhi indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk kriteria Adipura.

Dukungan Kebijakan dan Target Indonesia Bersih 2029

Peringatan World Cleanup Day 2025 di Indonesia mengusung tema ambisius, yaitu "Menuju Indonesia Bersih Tahun 2029". Tema ini selaras dengan target nasional untuk mencapai pengelolaan 100 persen sampah pada tahun 2029. Kabupaten Madiun berkomitmen penuh mendukung target tersebut.

Di tingkat daerah, langkah-langkah ini sejalan dengan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Madiun. Misi tersebut dikenal dengan akronim BERSAHAJA, yang berarti Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Sinergi antara program nasional dan daerah menjadi kekuatan utama.

Untuk mendukung pengelolaan sampah yang optimal, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menerbitkan kebijakan konkret. Surat Edaran Bupati tertanggal 12 September 2025 mengenai kerja bakti massal menjadi panduan. Kebijakan ini diharapkan dapat menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi