Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, alokasi anggaran yang diberikan Presiden Prabowo untuk lembaganya habis hanya untuk belanja operasional dan gaji pegawai. Hal ini diungkapkannya saat rapat kerja dan RDP dengan komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/9).
Zudan mengatakan, tak adanya anggaran untuk program lain pada BKN menimbulkan sejumlah risiko pada tahun depan. Salah satunya bakal terganggunya proses pengangkatan PNS karena bisa terjadi gangguan pada sistem CAT.