Detik-Detik Bus Rombongan RS Bina Sehat Alami Kecelakaan Maut Usai Wisata di Bromo

Bus Hino IND’S 88 bernopol P-7221-UG yang mereka tumpangi melaju di jalur menurun Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Detik-Detik Bus Rombongan RS Bina Sehat Alami Kecelakaan Maut Usai Wisata di Bromo
Detik-Detik Bus Rombongan RS Bina Sehat Alami Kecelakaan Maut Usai Wisata di Bromo (Merdeka.com)

Suasana Minggu (14/9) pagi di kawasan Bromo awalnya berjalan seperti biasa. Rombongan keluarga tenaga kesehatan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember yang berjumlah puluhan orang baru saja turun dari kawasan wisata.

Bus Hino IND’S 88 bernopol P-7221-UG yang mereka tumpangi melaju di jalur menurun Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Namun di tikungan tajam yang menurun, petaka datang. Rem bus tiba-tiba tak berfungsi. Sopir kehilangan kendali, laju kendaraan tak bisa dihentikan.

Bus yang berisi 52 penumpang itu oleng ke kanan, menabrak pembatas jalan, dan terus melaju tak terkendali.

Dalam hitungan detik, suara benturan keras terdengar ketika bus menghantam sebuah sepeda motor bernopol N-2856-OE. Sejumlah penumpang disebut-sebut sampai terlempar keluar dari kendaraan.

Renggut Nyawa 8 Penumpang

Kecelakaan maut itu merenggut nyawa 8 orang di tempat, sementara 17 penumpang lainnya luka-luka. Beberapa di antaranya kritis, dilarikan ke RSUD dr Moh. Saleh dan RSUD Tongas karena kondisinya belum stabil. Selebihnya dibawa ke RSUD Dr Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, hingga Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.

Dari delapan korban meninggal, satu keluarga karyawan RSBS ikut menjadi korban: Hendra Pratama, istrinya, dan anak mereka. Kesedihan makin mendalam ketika jenazah-jenazah itu dievakuasi menggunakan 23 ambulans menuju RSBS di Jember.

“Ada delapan korban yang meninggal dunia. Mereka karyawan RSBS dan keluarganya, tiga di antaranya masih anak-anak,” kata Pemilik RSBS Jember, Faida dikutip Antara, Senin (15/9).

Senin (15/9), halaman RSBS dipenuhi isak tangis. Peti-peti jenazah yang dishalati bersama-sama diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Tangisan keluarga dan rekan sejawat pecah, mengiringi kepergian mereka yang sehari-hari dikenal sebagai tenaga kesehatan yang mendedikasikan hidupnya untuk orang lain.

Adapun, ketujuh jenazah tersebut adalah Bela Puteri Kayila Nurjati (10), Hendra Pratama (37), Arti Wibowati (34), Wardatus Soleha (35), Aiza Fahrani Agustin (7), Desi Eka Agustini (33), dan Nasha Azkiya Naygara (14). Sementara itu, satu korban lainnya, Hesti Purba Wredhamaya (39), dimakamkan di Madiun sesuai permintaan keluarga.

“Kami berharap dua korban yang kritis di RSUD Tongas dan RSUD dr Moh. Saleh bisa membaik dan nantinya bisa dirawat di RSBS,” ujar Faida, pemilik RSBS.

Rekomendasi