MUI Banjarmasin Cetak Angkatan Pertama, Ini Pentingnya Kaderisasi Ulama Moderat untuk Tantangan Zaman

MUI Banjarmasin memulai program Kaderisasi Ulama Moderat angkatan pertama, menyiapkan ulama berwawasan luas dan wasathiyyah untuk menjawab tantangan zaman. Mengapa ini krusial?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
MUI Banjarmasin Cetak Angkatan Pertama, Ini Pentingnya Kaderisasi Ulama Moderat untuk Tantangan Zaman
MUI Banjarmasin memulai program Kaderisasi Ulama Moderat angkatan pertama, menyiapkan ulama berwawasan luas dan wasathiyyah untuk menjawab tantangan zaman. Mengapa ini krusial? (Merdeka.com)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah resmi meluncurkan program kaderisasi ulama moderat sebagai respons terhadap dinamika zaman yang terus berkembang. Inisiatif ini bertujuan untuk mencetak generasi ulama yang tidak hanya memiliki pemahaman agama mendalam, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi.

Pelatihan angkatan pertama periode 2025 ini telah diikuti oleh puluhan ustadz, ustadzah, serta dai muda di Banjarmasin. Ketua MUI Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga kesinambungan dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

Program strategis ini diharapkan dapat melahirkan ulama-ulama yang berwawasan luas, moderat, dan senantiasa mengambil sikap wasathiyyah atau jalan tengah. Walikota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, turut mengapresiasi langkah MUI dalam memperkuat peran ulama di tengah masyarakat.

Pentingnya Ulama Moderat di Era Modern

Habib Ali Khaidir Al-Kaff menjelaskan bahwa program kaderisasi ini merupakan upaya konkret MUI untuk memastikan keberlanjutan dakwah Islam yang relevan. Ulama yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga cakap dalam berdialog dengan perkembangan sosial, budaya, dan teknologi.

Konsep ulama moderat yang diusung adalah mereka yang selalu mengedepankan sikap wasathiyyah, yaitu mengambil jalan tengah dan keseimbangan (tawazun). Sikap ini penting agar pesan agama dapat disampaikan secara lurus dan tegas, namun tetap adaptif terhadap konteks masyarakat.

Untuk meningkatkan wawasan peserta, pelatihan ini membekali mereka dengan berbagai materi esensial, mulai dari fiqih dakwah hingga manhaj wasathiyah atau Islam moderat. Selain itu, penguatan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan ulama juga menjadi fokus utama dalam kurikulum yang diberikan.

Dukungan Pemerintah dan Harapan untuk Masa Depan

Walikota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif MUI Kota Banjarmasin ini. Beliau menekankan bahwa pelatihan kaderisasi ulama adalah langkah strategis untuk mencetak generasi ulama yang berwawasan luas dan moderat, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Yamin menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sangat krusial untuk memperkuat peran ulama dalam menjaga kerukunan umat dan keutuhan bangsa. Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus berupaya mendukung perjuangan dakwah yang dilakukan di wilayahnya.

Harapan besar disematkan pada program ini agar dapat melahirkan kader ulama baru yang siap menjadi penerus perjuangan dakwah Islam. Mereka diharapkan menjadi penopang utama MUI dalam mengawal kehidupan beragama yang harmonis dan damai di Kota Banjarmasin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi