Banjir Terjang Bali dan NTT. AHY Desak Penanganan Segera dan akan Tinjau Langsung ke Lokasi

Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa ia terus mengawasi penanganan banjir yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Muhammad Radityo Priyasmoro
Banjir Terjang Bali dan NTT. AHY Desak Penanganan Segera dan akan Tinjau Langsung ke Lokasi
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: istimewa) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa ia terus memantau situasi banjir yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia berencana untuk melakukan kunjungan langsung ke lokasi yang terkena dampak dalam waktu dekat.

"Ya kita pantau terus apa yg terjadi di Bali dan juga Nusa Tenggara Timur. Saya juga berencana memang untuk menuju ke lokasi bencana dan kita persiapkan dengan baik," ungkap AHY saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 11 September 2025.

AHY menegaskan pentingnya penanganan banjir secara cepat dengan menerapkan langkah-langkah tanggap darurat, serta memastikan bahwa seluruh warga yang terdampak diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

"Kita juga ingin segera perbaiki berbagai kerusakan yg terjadi termasuk rumah warga dan fasilitas umum lainnya," jelasnya. Namun, hingga saat ini, AHY belum merinci jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat banjir di Bali dan Nusa Tenggara. "Masih terus kita hitung," tutup AHY.

Banjir di Bali

Banjir Terjang Bali dan NTT, AHY Minta Penanganan Cepat dan Segera Tinjau Lokasi
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: istimewa) © 2025 Liputan6.com

Banjir besar yang melanda beberapa daerah di Provinsi Bali sejak Rabu, 10 September 2025, telah menyebabkan dampak yang cukup serius. Kejadian ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pada pukul 11 siang hari ini, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir di Provinsi Bali telah mencapai 14 orang. Selain itu, dua orang dilaporkan masih hilang dan dalam pencarian.

Peristiwa banjir ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat. Evakuasi dilakukan dengan cepat untuk menyelamatkan warga yang terjebak di lokasi banjir. "Kepala daerah dan tim tanggap darurat terus berupaya memberikan bantuan kepada korban," kata seorang pejabat BNPB. Mereka berkomitmen untuk mengatasi situasi ini secepat mungkin, meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.

Banjir terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Desa Sawu di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mengalami dampak serupa akibat meluapnya air dari sungai Theodai 1 dan 2, yang menyebabkan banjir dan merendam rumah-rumah penduduk. Dalam kejadian tersebut, tercatat tiga orang kehilangan nyawa, termasuk Remigius Sopi Bela beserta anaknya yang baru berusia satu tahun. Selain itu, satu korban lainnya adalah Fancelina Meli Boa, seorang warga dari Rega, Boawae.

Rekomendasi