Dinas Kesehatan (Dinkes) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif inovatif bernama Gerakan Keluarga Surga Kasih Sayang (Keluarga SKS). Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesiapan mental ibu hamil di wilayah tersebut. Melalui pendekatan yang berpusat pada keluarga, Dinkes Gorontalo Utara berupaya menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi calon ibu.
Inisiatif Keluarga SKS ini muncul sebagai respons terhadap tingginya beban psikologis yang sering dialami oleh ibu hamil, yang kerap kali dipicu oleh kurangnya dukungan keluarga dan komunikasi yang tidak harmonis. Kondisi psikologis yang tidak stabil pada ibu hamil berpotensi besar menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk risiko melahirkan bayi dengan gagal pertumbuhan atau stunting, serta meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.
Oleh karena itu, program Keluarga SKS diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat dukungan emosional dalam keluarga, memungkinkan calon ibu menjalani masa kehamilan dengan lebih tenang, sehat, dan bahagia. Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, menegaskan bahwa ibu hamil dalam lingkungan harmonis cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menghadapi persalinan.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Program Keluarga SKS
Gerakan Keluarga Surga Kasih Sayang (Keluarga SKS) merupakan salah satu program prioritas yang digagas oleh Bupati Thariq Modanggu, serta menjadi bagian integral dari program 100 hari kerja pemerintah daerah. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menekankan pentingnya kesehatan mental, khususnya bagi ibu hamil.
Keluarga SKS bertujuan untuk menjadikan keluarga sebagai pilar penopang utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan membangun fondasi keluarga yang kuat dan harmonis, diharapkan masalah-masalah kesehatan yang berakar pada kondisi psikologis dapat diminimalisir.
Program ini digagas dengan keyakinan bahwa dukungan emosional yang kuat dari keluarga adalah kunci utama bagi kesejahteraan ibu hamil. Lingkungan keluarga yang suportif dapat membantu ibu hamil mengatasi stres dan kecemasan, yang pada gilirannya berdampak positif pada kesehatan fisik ibu dan janin.
Advertisement
Advertisement
Tiga Pilar Utama Keluarga SKS: Kunci Harmoni Keluarga
Program Keluarga SKS dibangun di atas tiga pilar utama yang dirancang untuk mempererat ikatan dan komunikasi antar-anggota keluarga. Pilar-pilar ini menjadi panduan bagi keluarga dalam menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung. Implementasi ketiga pilar ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas interaksi dalam keluarga.
Berikut adalah tiga pilar utama yang menjadi inti dari Gerakan Keluarga SKS:
- Makan Bersama: Pilar ini menekankan pentingnya kebersamaan saat makan untuk meningkatkan keharmonisan setiap anggota keluarga. Momen makan bersama menjadi waktu yang tepat untuk berbagi cerita dan mempererat hubungan.
- Berbagi Cerita (Curhat): Pilar kedua mendorong keterbukaan antar-anggota keluarga dengan menyediakan ruang untuk berbagi cerita atau "curhat" di dalam rumah. Ini membantu menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang sehat dan efektif.
- Wisata Keluarga: Pilar ketiga adalah wisata keluarga, yang bertujuan untuk memperoleh waktu berkualitas bersama. Aktivitas ini dirancang untuk menjaga kebahagiaan dan keakraban, menciptakan kenangan indah yang memperkuat ikatan keluarga.
Advertisement
Pihak Dinas Kesehatan telah mengimbau seluruh jajaran, termasuk puskesmas, untuk mendukung dan mempublikasikan aktivitas yang selaras dengan pilar-pilar Keluarga SKS melalui media sosial masing-masing. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini.
Advertisement
Dampak Positif Keluarga SKS bagi Ibu Hamil dan Kesehatan Masyarakat
Penerapan program Keluarga SKS memiliki potensi dampak yang sangat positif, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan penurunan angka kematian ibu serta bayi. Ibu hamil yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarga harmonis cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil, yang secara langsung memengaruhi kesehatan janin dan kelancaran proses persalinan.
Kondisi mental ibu hamil yang baik adalah faktor krusial dalam memastikan tumbuh kembang bayi yang optimal. Dengan tingkat kecemasan yang rendah, risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan dapat diminimalisir. Program ini secara tidak langsung berkontribusi pada pencapaian target kesehatan nasional.
Kepala Dinkes Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, mengungkapkan harapannya bahwa Keluarga SKS mampu mendorong terciptanya komunikasi yang harmonis antar-anggota keluarga. Menurutnya, ketika kebersamaan keluarga terjaga, setiap langkah terasa lebih ringan dan masa depan pun tampak bercahaya, mencerminkan dampak positif jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga dan masyarakat.
Advertisement
Program Keluarga SKS ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengatasi masalah kesehatan mental ibu hamil dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Dengan fokus pada harmoni keluarga, Gorontalo Utara menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews