UMI Ajak Seluruh Elemen Bangsa Duduk Bersama, Bahas Solusi Perkuat Persatuan Bangsa

Universitas Muslim Indonesia (UMI) berinisiatif mengundang seluruh elemen masyarakat untuk berdialog, mencari solusi demi memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan kepercayaan publik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UMI Ajak Seluruh Elemen Bangsa Duduk Bersama, Bahas Solusi Perkuat Persatuan Bangsa
Universitas Muslim Indonesia (UMI) berinisiatif mengundang seluruh elemen masyarakat untuk berdialog, mencari solusi demi memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan kepercayaan publik. (Merdeka.com)

Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengambil langkah proaktif dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk berdialog. Inisiatif ini bertujuan mencari solusi demi keutuhan dan persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang ada. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif.

Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, menyatakan kesiapan kampusnya menjadi tuan rumah pertemuan penting ini di Makassar. UMI berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan integritas nasional melalui forum diskusi terbuka.

Ajakan ini muncul sebagai respons atas menurunnya kepercayaan publik terhadap politisi dan aparat penegak hukum. Diskusi diharapkan dapat memulihkan kembali kepercayaan serta merajut erat tali persatuan bangsa yang sempat renggang.

UMI: Kampus Pelopor Solusi Kebangsaan

Prof. Dr. Hambali Thalib menegaskan bahwa UMI telah memproklamirkan diri sebagai kampus pendidikan dan dakwah sejak berdiri pada 23 Juni 1954. Komitmen ini terus dipegang teguh untuk mencari solusi atas berbagai persoalan kebangsaan yang kompleks. UMI ingin menjadi bagian dari solusi tersebut.

Beliau menyoroti kondisi terkini di tanah air, di mana berbagai aksi mencerminkan penurunan kepercayaan masyarakat. Kondisi ini bukanlah hal yang dapat dipandang biasa, karena menyangkut sendi kepercayaan yang merupakan fondasi keberlangsungan bangsa dan negara.

"Kita perlu mendengar aspirasi dari bawah, kira-kira apa yang salah, apa yang perlu diperbaiki," ujar Hambali. UMI menyediakan waktu dan tempat untuk duduk bersama mencari solusi terbaik demi merajut kebersamaan dan persatuan. Ini adalah wujud nyata kepedulian UMI.

Strategi UMI untuk Membangun Kepercayaan Publik dan Persatuan Bangsa

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Mansyur Ramly, memaparkan beberapa solusi fundamental dan strategi yang ditawarkan UMI. Salah satunya adalah menggelar deklarasi nasional kejujuran dan keadilan sebagai langkah awal pemulihan.

Strategi kedua adalah melaksanakan reformasi komunikasi publik secara menyeluruh. Tujuannya agar pemerintah, politisi, dan aparat penegak hukum dapat kembali menggunakan bahasa rakyat yang sederhana, jujur, menyejukkan, dan tidak penuh retorika. Ini penting untuk membangun kembali jembatan komunikasi.

UMI juga mengusulkan dialog nasional berbasis moral dan kebangsaan yang inklusif. Forum ini penting untuk melibatkan berbagai pihak seperti tokoh agama, akademisi, mahasiswa, pemuda, dan organisasi masyarakat lainnya. Partisipasi aktif semua elemen diharapkan.

"Kita bertemu mencari jalan tengah kebangsaan," kata Mansyur Ramly. Dialog ini diharapkan dapat menampung aspirasi dari masyarakat bawah hingga elit atas, dari berbagai sudut pandang, untuk menemukan titik temu demi kebersamaan dan persatuan bangsa. Meskipun tidak semua aspirasi dapat dipenuhi, mencari jalan tengah adalah kuncinya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi