Shalat Gaib Iringi Aksi Solidaritas Mahasiswa HMI di Situbondo, Tuntut Keadilan Pengemudi Ojol Tewas Ditabrak Brimob

Puluhan mahasiswa HMI menggelar aksi solidaritas mahasiswa di Polres Situbondo, menuntut keadilan atas meninggalnya pengemudi ojek online yang ditabrak kendaraan taktis Brimob. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Shalat Gaib Iringi Aksi Solidaritas Mahasiswa HMI di Situbondo, Tuntut Keadilan Pengemudi Ojol Tewas Ditabrak Brimob
Puluhan mahasiswa HMI menggelar aksi solidaritas mahasiswa di Polres Situbondo, menuntut keadilan atas meninggalnya pengemudi ojek online yang ditabrak kendaraan taktis Brimob. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas di depan kantor Kepolisian Resor Situbondo pada Sabtu. Aksi ini menjadi sorotan publik karena menuntut keadilan atas insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online.

Para demonstran secara tegas mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Affan dilaporkan tewas setelah ditabrak kendaraan taktis Brigade Mobile (Brimob).

Koordinator Aksi, Jefri, menyatakan bahwa tuntutan utama mereka adalah penegakan hukum yang transparan dan adil bagi korban. Aksi solidaritas mahasiswa ini juga diawali dengan pelaksanaan shalat ghaib untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan.

Tuntutan Keadilan dan Transparansi

Jefri, koordinator aksi, menegaskan bahwa HMI menuntut keadilan penuh atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan. Mereka mendesak agar oknum anggota Brimob yang terlibat ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Proses hukum harus berjalan transparan dan tidak hanya diselesaikan secara internal Polri.

HMI menginginkan agar hasil penyelidikan diungkapkan kepada masyarakat luas. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan kasus ini benar-benar objektif dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Transparansi adalah kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Aksi solidaritas mahasiswa ini mencerminkan kepedulian terhadap hak-hak sipil dan penegakan hukum yang adil. Mereka berharap kasus meninggalnya pengemudi ojek online ini menjadi momentum untuk perbaikan sistem. HMI menekankan pentingnya akuntabilitas bagi setiap aparat penegak hukum.

Respons Kapolres Situbondo

Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, secara langsung menemui para mahasiswa yang berunjuk rasa. Beliau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut. Kapolres menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan insiden tragis seperti itu terjadi.

AKBP Rezi menjelaskan bahwa proses hukum terkait kasus ini sudah berjalan. Penanganan kasus telah diambil alih dan ditangani langsung oleh Mabes Polri. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani perkara tersebut.

Kapolres juga menyatakan kesiapannya untuk meneruskan aspirasi mahasiswa HMI secara berjenjang. Tuntutan mereka akan disampaikan ke Polda Jatim hingga ke Mabes Polri. Beliau berkomitmen untuk mendukung kritik dan masukan yang konstruktif terhadap institusi kepolisian.

Komitmen Pengamanan dan Persatuan

AKBP Rezi Dharmawan menegaskan bahwa setiap aksi unjuk rasa adalah bagian dari tugas kepolisian untuk pengamanan. Pengamanan tersebut dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Beliau juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab jika ada kekeliruan personel di bawah kepemimpinannya.

Kapolres berharap peristiwa tragis yang terjadi di Jakarta tidak terulang di daerah lain. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini penting untuk menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Aksi solidaritas mahasiswa HMI ini tidak hanya menyoroti kasus spesifik. Namun juga menjadi pengingat akan pentingnya akuntabilitas dan profesionalisme aparat. Shalat ghaib yang mengawali aksi ini juga menunjukkan dimensi spiritual dalam perjuangan mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi