Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin krusial dalam dunia kerja modern. Teknologi ini dinilai mampu mengoptimalkan penerapan Individual Development Plan (IDP) bagi pengembangan pegawai di berbagai perusahaan. Hal ini membuka peluang besar untuk menciptakan jalur karier yang lebih terarah dan personal bagi setiap individu.
Dr. Phil Hora Widjaja Tjitra, Founder & Managing Director Tjitra Consulting, menjelaskan bahwa AI dapat membantu perusahaan merancang IDP yang tidak hanya personal, tetapi juga relevan dan berdampak langsung pada peningkatan kompetensi. Diskusi mengenai potensi AI ini berlangsung dalam Sharing Session FHCI Connect Expert Series 2 di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, pada Rabu, 27 Agustus.
AI memiliki kemampuan untuk menyiapkan jalur belajar yang tepat, khususnya bagi calon pemimpin, sehingga pengembangan mereka menjadi lebih terarah dan efisien. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten di era Revolusi Industri 5.0.
Advertisement
Advertisement
Peran AI dalam Personalisasi IDP
Kecerdasan buatan menawarkan solusi inovatif dalam personalisasi Individual Development Plan (IDP) untuk setiap pegawai. Dr. Phil Hora Widjaja Tjitra menguraikan bagaimana AI dapat diterapkan dalam beragam program pengembangan, meliputi kepemimpinan, mentoring, pembelajaran daring, peer coaching, hingga manajemen kinerja.
Dalam program kepemimpinan, AI berfungsi merancang jalur pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi spesifik calon pemimpin. Sementara itu, pada aspek mentoring, AI membantu menyesuaikan jalur belajar tiap pegawai, memastikan interaksi dengan mentor lebih efektif dan terfokus pada area yang memerlukan peningkatan.
Selain itu, AI juga memiliki kapabilitas untuk merekomendasikan materi daring yang sangat relevan dengan kebutuhan individu, memperkuat proses peer coaching dengan menyediakan referensi yang memudahkan belajar bersama. Tidak hanya itu, AI turut mendukung manajemen kinerja dengan mengevaluasi capaian sekaligus memetakan area pengembangan yang perlu difokuskan oleh pegawai.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Industri dan Pendekatan Holistik IDP
Meskipun potensi AI sangat besar, Dr. Phil Hora Widjaja Tjitra menekankan pentingnya kesadaran penuh akan potensi dan keterbatasan teknologi ini. Penggunaan AI harus disertai pola pikir kritis dan rasa tanggung jawab, mengingat AI memiliki dua sisi yang perlu dipertimbangkan secara matang.
SVP HC Information and Technology PT Danantara Asset Management (Persero), Jemmy Maruto, menambahkan bahwa Indonesia perlu mempersiapkan tiga fase penting untuk menghadapi Revolusi Industri 5.0. Fase pertama adalah foundation, yaitu memastikan ketersediaan data yang berkualitas dan andal. Fase kedua adalah adopsi AI secara luas, dan fase terakhir adalah menyatukan kecerdasan manusia (human intelligence) dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T. Kemala Intan, menjelaskan bahwa penerapan IDP di perusahaannya diarahkan untuk mendorong peningkatan kompetensi pegawai sesuai kondisi kinerja masing-masing. IDP di Pupuk Indonesia dibagi dalam tiga aspek utama: leadership competency, behavior competency, dan technical competency. Perusahaan ini telah memiliki kamus kompetensi dengan 56 kompetensi teknis yang ditetapkan untuk seluruh grup Pupuk Indonesia, memastikan pengembangan yang komprehensif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews