Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), sejatinya tengah berada di puncak kebahagiaan.
Beberapa waktu sebelum meninggal, ia baru saja menerima promosi jabatan sekaligus penugasan penting ke Finlandia.
Ayah Daru, Subaryono, mengatakan putranya begitu antusias mempersiapkan keberangkatan ke Eropa. Bahkan, seluruh keluarga sudah diajak serta untuk mendampingi Daru di penugasan barunya.
“Sebelum ke Finlandia, anak saya dan keluarga sangat gembira. Cucu-cucu saya juga sudah direncanakan sekolah di sana. Semua sudah disiapkan,” kata Subaryono, Sabtu (23/8).
Advertisement
Mau Boyong Orang Tua
Menurut Subaryono, Daru bahkan meminta dirinya, sang istri, hingga mertuanya ikut serta pindah ke Finlandia.
Hal itu dianggap sebagai bukti betapa serius dan bahagianya Daru menyambut penugasan barunya.
“Anak saya sudah mempersiapkan segalanya. Termasuk kami, orang tuanya, akan ikut ke Finlandia. Jadi sangat sulit bagi kami menerima kabar kematiannya,” ujarnya.
Advertisement
Tolak Narasi Bunuh Diri
Kuasa hukum keluarga, Nikolay Aprilindo, menegaskan pihak keluarga menolak anggapan bahwa Daru meninggal karena depresi dan bunuh diri.
Menurutnya, kondisi terakhir Daru justru menunjukkan semangat dan optimisme yang besar.
“Bagaimana mungkin orang yang baru dipromosikan, sudah menyiapkan keluarganya ke Finlandia, lalu meninggalkan semua dengan bunuh diri? Itu tidak masuk akal,” tegas Nikolay.
Ia meminta agar narasi yang menyudutkan almarhum dihentikan, karena justru semakin menambah luka keluarga.
Nikolay menekankan, kasus ini harus diselidiki secara transparan untuk mengungkap kebenaran.