Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Depan Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan berakhir ricuh. Polisi pun menembahkan gas air mata untuk membubarkan massa usai pagar Kantor Bupati Bone roboh.
Aksi penolakan dilakukan sejak Selasa siang di depan Kantor Bupati Bone. Kepolisian Resor Bone pun mengerahkan setidaknya seribu personel dan armada water canon untuk pengamanan aksi.
Pada sore hari, aksi penolakan kenaikan PBB-P2 sebesar 300 persen mulai memanas. Massa aksi terus memaksa untuk bertemu dengan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
"Kami minta agar bupati dan wakil bupati hadir di sini menemui kami," ujar salah satu orator aksi.
Selain memblokir jalan poros depan Kantor Bupati Bone, massa aksi juga membakar ban bekas. Polisi pun mulai mengerahkan water canon untuk memadamkan api dan membubarkan massa aksi.
Advertisement
Sempat Dilakukan Mediasi
Sempat dilakukan mediasi antara massa aksi dengan Pemkab Bone. Hanya saja, mediasi tersebut gagal, karena massa aksi tetap meminta agar bisa bertemu dengan Bupati atau Wakil Bupati Bone.
Kericuhan pun tak terelakan saat massa aksi merobohkan pagar utama Kantor Bupati Bone. Personel polisi pun memasang barikade agar massa aksi tidak merengsek masuk ke Kantor Bupati Bone.
Massa aksi pun melempar batu ke arah polisi. Aksi itu pun dibalas oleh polisi dengan menembakkan gas air mata.
"Pasukan persiapan. Maju," ujar petugas polisi dari pengeras suara.
Advertisement
Massa Terpencar
Saat polisi menembakkan gas air mata, massa aksi pun terpencar. Terlihat beberapa orang yang ikut dalam aksi lari menyelamatkan diri ke Masjid Agung Bone yang letaknya tidak jauh dari Kantor Bupati Bone.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian berapa orang ditangkap saat demo ricuh.Tak hanya itu, jumlah korban luka belum diungkap.