Sahroni Kecam Massa Geruduk Kawasan Pondok Indah Golf, Ingatkan Sengketa Tanah Diproses Sesuai Hukum

Peristiwa itu sempat viral di media sosial setelah salah satu pengguna akun media sosial membagikan rekaman video ke instagram.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Sahroni Kecam Massa Geruduk Kawasan Pondok Indah Golf, Ingatkan Sengketa Tanah Diproses Sesuai Hukum
Sahroni Kecam Massa Geruduk Kawasan Pondok Indah Golf, Ingatkan Sengketa Tanah Diproses Sesuai Hukum (Merdeka.com)

Puluhan orang mendatangi kompleks PT Metropolitan Kentjana di Jalan Metro Duta Niaga, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/8) siang. Mereka yang mengaku sebagai ahli waris dari Toton Cs menuntut pembayaran tanah yang diklaim masih milik keluarga mereka.

Peristiwa itu sempat viral di media sosial setelah salah satu pengguna akun media sosial membagikan rekaman video ke instagram. Terlihat, sejumlah orang berjalan kaki ke sekitar kawasan Pondok Indah Golf.

Kepolisian sampai membuat barikade menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan. Bahkan, kendaraan taktis ikut dikerahkan ke lokasi.

Sahroni Minta Ormas Tak Dijadikan Alat Mengintimidasi

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni turut merespons peristiwa tersebut. Sahroni menyebut jika ada pihak yang merasa memiliki konflik pertanahan, untuk bisa menempuh proses hukum sesuai aturan.

"Saya kira kalau memang betul ada konflik pertanahan, ada klaim-klaim kepemilikan, ya tempuhlah mekanisme yang berlaku. Bisa lapor ke Kementerian ATR/BPN, atau bawa ke pengadilan, kita kan punya sistem hukum. Jangan langsung main geruduk-geruduk, apalagi menekan pakai ormas, preman ini jelas menyalahi aturan," kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya dikutip, Kamis (7/8).

Sahroni yang merupakan Ketua Panja Penegakkan Hukum Mafia Tanah berjanji bakal menindak tegas aksi tersebut. Aksi dilakukan massa dengan mendatangi langsung Kawasan Pondok Indah Golf itu dinilai Sahroni sebagai langkah yang tidak tepat dan justru berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

"Aksi seperti ini jelas aktivitas mafia tanah, yang suka pakai ormas, gruduk, lalu mengintimidasi. Ingat bahwa negara kita ini negara hukum, bukan negara preman. Punya aturan dan mekanisme yang jelas. Jadi polisi juga harus berantas aksi seperti ini, dan kami di Komisi III akan selalu pantau," kata Sahroni.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly membenarkan aksi penggerudukan kompleks PT Metropolitan Kentjana di Jalan Metro Duta Niaga, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/8) siang.

"Ada ahli waris yang mengaku punya sebagian tanah di Pondok Indah. Tidak ada bentrok," kata Nicolas kepada wartawan.

Dia mengatakan, Ahli Waris mendatangkan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa. Ahli waris Toton Cs, mengklaim bahwa tanah mereka di Pondok Indah belum dibayar oleh pihak PT Metropolitan Kencana.

Sementara itu, kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman kepada warga sekitar maupun massa yang sedang melakukan aksi.

"Bentuk pelayanan Polri dan pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat karena massa pengunjuk rasa banyak," ucap dia.

Nicolas menegaskan saat ini situasi kondusif dan aman terkendali. "Aman terkendali. Massa sudah bubar dari jam 14.00 WIB," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Nicolas membantah informasi yang menyebut keterlibatan kelompok ormas tertentu.

"Yang saya tahu, itu massa dari pihak ahli waris Toton Cs,” ujar dia.

Dia juga membantah beredarnya video yang memperlihatkan seolah terjadi keributan.

"Aman terkendali. Pengunjuk rasa kan melakukan orasi. Tidak ada ribut atau bentrok. Aman terkendali," ucap dia.

Rekomendasi