Fakta Unik: 600 Peserta 'Indonesia Menari' Serbu Mal Jakarta, Perebutkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah di 11 Kota!

Ajang 'Indonesia Menari' kembali memukau dengan 600 peserta di Jakarta dan ribuan lainnya di 10 kota, memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah. Siapa yang akan jadi juara?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: 600 Peserta 'Indonesia Menari' Serbu Mal Jakarta, Perebutkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah di 11 Kota!
Ajang 'Indonesia Menari' kembali memukau dengan 600 peserta di Jakarta dan ribuan lainnya di 10 kota, memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah. Siapa yang akan jadi juara? (AntaraNews)

Ratusan penari memadati sebuah mal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/10) siang dalam ajang kompetisi "Indonesia Menari". Sebanyak 600 peserta di Jakarta, bersama ribuan lainnya di 10 kota berbeda, serentak menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Acara ini dimulai sejak pukul 13.00 WIB, menarik perhatian pengunjung mal.

Para peserta "Indonesia Menari" ini berkompetisi untuk memperebutkan total hadiah uang pembinaan yang mencapai puluhan juta rupiah. Juara pertama akan mendapatkan Rp 15 juta, juara kedua Rp 12,5 juta, dan juara ketiga Rp 10 juta. Penilaian dilakukan oleh juri utama, termasuk maestro tari Rianto di Jakarta.

Kompetisi tari akbar ini diselenggarakan oleh Indonesia Kaya, bertujuan untuk menghidupkan panggung tari nasional. Peserta menampilkan koreografi khusus karya Bathara Saverigadi Dewandoro dengan iringan medley delapan lagu daerah. Mereka dinilai berdasarkan kekompakan, kreativitas pola lantai, komposisi koreografi, serta semangat kolektif.

Antusiasme Peserta dan Demografi Unik Indonesia Menari

Ajang "Indonesia Menari" tahun ini mencatat antusiasme luar biasa dengan total pendaftar mencapai 35.000 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 8.000 peserta terpilih untuk berkompetisi di 11 kota penyelenggara. Partisipasi yang tinggi ini menunjukkan minat masyarakat terhadap seni tari.

Secara demografi, peserta didominasi oleh rentang usia 25 hingga 35 tahun, menyumbang 42 persen dari total pendaftar. Kelompok usia muda 16 hingga 24 tahun juga menunjukkan partisipasi kuat sebesar 30 persen. Sementara itu, peserta di bawah 15 tahun mencapai 20 persen, dan yang berusia di atas 36 tahun sekitar 8 persen.

Manajer Program Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengungkapkan bahwa rentang usia peserta semakin melebar, yakni dari lima hingga 70 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa "Indonesia Menari" berhasil menarik minat dari berbagai generasi. Selain itu, pendaftar perempuan mendominasi dengan 77 persen, jauh melampaui pendaftar laki-laki yang hanya 23 persen.

Surabaya menjadi kota dengan jumlah pendaftar terbanyak, mencapai hampir sembilan ribu orang. Jumlah peserta di Jakarta mencapai 600 orang, diikuti Medan (700), Palembang (1.200), Karawang (1.000), Bekasi (750), Bandung (700), Semarang (750), Surabaya (1.000), Balikpapan (540), Makassar (750), dan Manado (500). Angka ini menunjukkan distribusi peserta yang merata di seluruh Indonesia.

Detail Penilaian dan Koreografi Khas Indonesia Menari

Proses penilaian dalam "Indonesia Menari" dilakukan secara ketat oleh juri-juri ternama di bidang seni tari. Di Jakarta, maestro Tari Lengger, Rianto, memimpin panel juri utama. Sementara itu, di kota-kota lain, juri-juri kompeten seperti Hartati di Medan dan Didik Nini Thowok di Manado turut serta dalam menentukan pemenang.

Kriteria penilaian mencakup kekompakan tim, kreativitas dalam pola lantai, serta komposisi koreografi yang ditampilkan. Semangat kolektif para peserta juga menjadi poin penting yang diperhatikan oleh juri. Setiap kelompok penari, yang terdiri dari lima hingga tujuh orang, harus menampilkan kemampuan terbaiknya.

Seluruh peserta di setiap kota wajib membawakan koreografi khusus yang diciptakan oleh penari, koreografer, dan sutradara drama wayang, Bathara Saverigadi Dewandoro. Koreografi ini menonjolkan detail gerakan tangan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Iringan musiknya berupa medley delapan lagu daerah dengan aransemen modern oleh Alffy Rev, termasuk lagu populer "Kicir-Kicir" dari DKI Jakarta.

Meskipun koreografi dasarnya wajib diikuti, peserta diberikan kebebasan untuk mengembangkan pola lantai dan komposisi dalam tarian mereka. Mereka juga mengenakan kostum bertema etnik modern yang menambah semarak penampilan. Setelah tarian serentak, juri lapangan akan memilih finalis untuk tampil kembali di panggung utama, dan pemenang kategori kostum favorit akan diumumkan pada 21 Oktober 2025 melalui akun Instagram @indonesia_kaya.

Ekspansi Jaringan Indonesia Menari ke Kota-kota Baru

Salah satu faktor utama peningkatan jumlah pendaftar "Indonesia Menari" adalah ekspansi kota penyelenggara. Pada tahun sebelumnya, kompetisi ini hanya diadakan di enam kota besar di Indonesia. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, dan Palembang.

Untuk pertama kalinya di tahun ini, "Indonesia Menari" menyambangi lima kota baru, memperluas jangkauannya secara signifikan. Kota-kota baru yang turut serta adalah Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang. Dengan penambahan ini, total ada 11 kota yang menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini.

Billy Gamaliel menjelaskan bahwa pertambahan kota penyelenggara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah untuk berpartisipasi. Langkah ini juga sejalan dengan misi Indonesia Kaya untuk terus melestarikan dan memperkenalkan seni tari tradisional Indonesia kepada khalayak yang lebih luas. Ekspansi ini diharapkan dapat menumbuhkan bibit-bibit penari baru dari seluruh penjuru negeri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi