Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah, secara aktif mengembangkan kreativitas seni budaya para pelajar tingkat SMP dan SMA. Inisiatif ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Mantyasih Show" yang diselenggarakan di petilasan sejarah berdirinya Kota Magelang, tepatnya di Kampung Mantyasih.
Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk memberikan ruang ekspresi dan inovasi bagi para siswa. Selain itu, "Mantyasih Show" juga menjadi ajang pencarian bakat-bakat terpendam di bidang seni dari kalangan pelajar SMP dan SMA di wilayah tersebut.
Panggung terbuka di kompleks situs lumpang yang terkait dengan Prasasti Mantyasih menjadi lokasi utama pementasan. Acara ini menampilkan beragam pertunjukan seni, termasuk dari siswa-siswi SMA Kristen Indonesia (Smakindo) Kota Magelang yang mengusung tajuk "Gumregah ing Tlatah Magelang".
Advertisement
Advertisement
Mantyasih Show: Wadah Ekspresi dan Bakat Pelajar
Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kota Magelang, Agus Hartanto, menjelaskan pentingnya kegiatan ini. Menurutnya, "Tujuan (Mantyasih Show) untuk memberikan ruang berkreasi, berinovasi, bisa menggugah seni. Mereka (pelajar) yang punya talenta bisa tampil, selain untuk mencari bakat-bakat pelajar dari SMP dan SMA."
Sebelumnya, sejak Agustus 2025, sejumlah sekolah lain telah turut serta dalam kegiatan serupa di panggung yang sama. Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMA El Sadai Kota Magelang, SMP Negeri 11, SMP Negeri 5, dan SMP Negeri 3 Kota Magelang. Koordinasi acara dilakukan antara Disdikbud Kota Magelang dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Budaya.
Berbagai kesenian disajikan oleh para pelajar Sanggar Smakindo Kota Magelang dalam salah satu edisi "Mantyasih Show". Pertunjukan tersebut meliputi tarian tradisional Nusantara dari berbagai daerah seperti Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Selain itu, ada juga pembacaan puisi, ensambel musik, penampilan band, grup vokal, menyanyi tunggal, hingga atraksi taekwondo.
Advertisement
Untuk menambah kemeriahan, acara juga dilengkapi dengan layanan body painting, gerai kepang rambut Papua, dan penarikan undian berhadiah. Keberagaman pertunjukan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh pelajar di Kota Magelang.
Advertisement
Memperkuat Jati Diri dan Semangat Kebangsaan
Agus Hartanto juga menyoroti relevansi "Mantyasih Show" dengan upaya pemajuan kebudayaan. Kegiatan ini erat kaitannya dengan pencarian talenta dari tingkat pelajar, yang merupakan bagian integral dari pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Ia menekankan bahwa ruang berkreasi dan berinovasi sangat membantu pelajar menemukan serta mengembangkan talenta mereka.
Kegiatan ini memiliki makna penting bagi pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan menempuh pendidikan di Kota Magelang. "Mantyasih Show" berfungsi untuk memperkuat semangat kebangsaan, menumbuhkan penghargaan terhadap keragaman budaya, dan memperkokoh jati diri melalui olah seni. Hal ini sejalan dengan pernyataan Agus Hartanto yang menyebut, "Menggambarkan semangat anak-anak yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar pulau (Jawa), namun tumbuh dan berkembang di Magelang."
Kepala Smakindo Kota Magelang, Suad Minanto, menambahkan bahwa kesenian merupakan salah satu dari empat "kelas" yang dikembangkan dalam proses pendidikan di sekolahnya. Tiga kelas lainnya meliputi sains, teknologi, dan olahraga. "Kami berkesempatan memperoleh ruang ekspresi untuk eksternal melalui Mantyasih Show. Ini mengajari jam terbang anak-anak untuk tampil, selain ada juga agenda internal di sekolah yang kami selenggarakan," ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Keberlanjutan Program
"Mantyasih Show" direncanakan untuk diselenggarakan secara rutin setiap bulan. Frekuensi pelaksanaannya disesuaikan dengan hasil rapat koordinasi dan kesepakatan tanggal yang diajukan oleh pihak SMP atau SMA yang ingin tampil. Hal ini menunjukkan komitmen Disdikbud Kota Magelang dalam menyediakan platform berkelanjutan bagi pelajar.
Agus Hartanto berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Keberlanjutan program ini sangat krusial untuk terus membina dan mengembangkan potensi seni budaya di kalangan generasi muda. Kolaborasi antara Disdikbud dan MGMP Budaya menjadi kunci sukses terlaksananya acara ini.
Para siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yang bersekolah di Magelang, memiliki kewajiban untuk mengembangkan kreasi berkesenian. Upaya ini bukan hanya untuk penguatan jati diri, tetapi juga untuk menunjukkan kekayaan budaya Indonesia. "Mantyasih Show" menjadi bukti nyata bagaimana seni dapat menyatukan dan memperkaya pengalaman pendidikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews