Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi meninjau penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kantor Pos Makassar Jalan Slamet Riyadi, Sabtu (26/7). Menaker mengingatkan kepada penerima untuk tidak menggunakan bantuan tersebut untuk judi online (judol).
"Setiap kita campaign bahwa ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita juga terima masukan dari beberapa penerima bahwa angka atau besaran BSU itu sangat membantu mereka untuk membayar kebutuhan," ujarnya.
Yassierli menegaskan akan melakukan monitoring terhadap penerima BSU agar penggunaannya sesuai kebutuhan dan bukan untuk Judol.
"Kita monitor terus. Tadi ada yang menyampaikan engga akan (untuk) judol. Tapi kita komitmen untuk kita moitor dan akan kita lihat nanti," tuturnya.
Yassierli menjelaskan penyaluran BSU tidak hanya dilakukan melalui perbankan yang tergabung dalam Himbara. Ia menyebut PT Pos juga menjadi tempat untuk penyaluran BSU.
"Kita sempatkan mengecek terkait dengan penyaluran BSU. Alhamdulillah, teknis bagaimana operasional mekanisme penyaluran lewat PT Pos. Kita lihat prosesnya itu sudah sangat mudah dan simpel sebenarnya," kata dia.
Yassierli menyebut penyaluran BSU melalui PT Pos karena transparansi dan pertanggungjawaban.
"Setiap orang (penerima BSU) itu di foto dan kemudian itu menjadi dokumentasi," tuturnya.
Yassierli berharap dengan adanya BSU tersebut bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, bisa berdampak pada ekonomi.
"Ini sebagai strategi peningkatan daya beli masyarakat dan kita berharap bisa berdampak pada ekonomi secara langsung atau tidak langsung," tegasnya.
Yassierli menambahkan penerima BSU dilakukan seleksi sangat ketat. Hal itu, agar penyaluran BSU tidak salah sasaran.
"Kita memang bertahap penyalurannya, karena data-data itu harus kita teliti sekali, data yang kita peroleh dari BPJS Ketenagakerjaan. Karena kalau sudah ditransfer itu susah (ditarik kembali). Makanya harus teliti sekali, sehingga tidak boleh salah salur," kata Yassierli.
Yassierli mengungkapkan saat ini penyaluran BSU sudah mencapai 92 persen. Dirinya berharap hingga akhir Juli 2025, penyaluran BSU bisa 100 persen.
"Tadi (realisasi penyaluran BSU) 92 persen. Kita punya target akhir bulan ini (100 persen tersalurkan)," ucapnya.
Sementara Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri menambahkan penerima BSU adalah pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Penerima BSU, kata Indah, tidak boleh dobel menerima bantuan.
"Penerima BSU ini adalah tercatat di BPJS Ketenagakerjaan yang aktif sampai dengan April 2025. Gaji atau upahnya di bawah upah minimum dan juga tidak boleh dobel, seperti menerima (bantuan) dari PKH (program keluarga harapan) dan juga tidak boleh ASN, TNI, Polri," kata dia.
Penerima BSU di Sulsel ada 320.466 orang. Dari jumlah tersebut, saat ini BSU yang sudah tersalurkan mencapai 287.288 orang pekerja.
"Sedangkan kalau kita lihat data di Kota Makassar, tadi Sulsel ya, di Kota Makassar ada target penerima BSU sejumlah 132.668 orang. Sampai saat ini sudah disalurkan 119.816 orang atau 90,31 persen," kata dia.
Indah juga mengapresiasi PT Pos Indonesia yang turut menyalurkan BSU. Ia menyebut PT Pos Indonesia mempermudah penyaluran BSU.
"Pelayanan kantor pos memang dilakukan untuk mempermudah pelayanannya," ucapnya
Advertisement