Gempa Sigi: BMKG Laporkan Gempa Dangkal M 4,0 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa dangkal berkekuatan magnitudo 4,0 pada Jumat malam, menurut BMKG. Gempa Sigi ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas Sesar Palolo dan telah diikuti ribuan gempa susulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gempa Sigi: BMKG Laporkan Gempa Dangkal M 4,0 Kembali Guncang Sulawesi Tengah
Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali diguncang gempa dangkal berkekuatan magnitudo 4,0 pada Jumat malam, menurut BMKG. Gempa Sigi ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas Sesar Palolo dan telah diikuti ribuan gempa susulan. (AntaraNews)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,0 yang kembali mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Gempa ini terjadi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 20.47 WIB. Kedalaman gempa tercatat sangat dangkal, hanya 4 kilometer, sehingga getarannya terasa nyata oleh masyarakat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 1,26 LS dan 120,31 BT. Lokasi tepatnya berada di darat, sekitar 49 kilometer arah timur dari Kabupaten Sigi. Gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo.

Berdasarkan analisis BMKG, meskipun dirasakan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan signifikan yang ditimbulkan oleh guncangan tersebut. Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam tersebut memiliki magnitudo 4,0 dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, yakni 4 kilometer. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 49 kilometer arah timur Kabupaten Sigi. BMKG mengidentifikasi gempa ini sebagai jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh pergerakan Sesar Palolo.

Estimasi peta guncangan (shakemap) dari BMKG menunjukkan bahwa gempa ini menimbulkan guncangan dengan skala intensitas II-III MMI di wilayah Sigi dan Palu. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang. Getaran juga terasa nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk melintas.

Meskipun getaran dirasakan cukup jelas oleh masyarakat di Sigi dan Palu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menyatakan bahwa belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan tersebut. Pihak berwenang terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.

Gempa magnitudo 4,0 yang baru saja terjadi di Sigi ini merupakan bagian dari serangkaian gempa susulan yang terus berlangsung di wilayah tersebut. Djati Cipto Kuncoro menjelaskan bahwa aktivitas seismik ini adalah kelanjutan dari gempa besar sebelumnya. Gempa utama yang dimaksud adalah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang pada 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB.

Hingga tanggal 26 Juni 2026 pukul 21.50 WIB, BMKG telah mencatat total 1.488 kali aktivitas gempa susulan di area tersebut. Kekuatan gempa susulan terbesar yang terdeteksi mencapai magnitudo 5,3. Intensitas gempa susulan yang tinggi ini menunjukkan bahwa Sesar Palolo masih aktif dan memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari masyarakat serta pihak terkait.

Pemantauan aktivitas gempa oleh BMKG sangat krusial untuk memberikan informasi terkini kepada publik. Informasi ini membantu dalam mitigasi bencana dan memastikan keselamatan warga di daerah rawan gempa seperti Sigi dan sekitarnya. Masyarakat dihimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi