Ketua Yayasan Universitas Jayabaya: Pramono–Rano Tunjukkan Perubahan Konkret di Jakarta

'Dalam 100 hari pertama, kepemimpinan keduanya dijalankan dalam bentuk mengeksekusi kebijakan nyata'

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ketua Yayasan Universitas Jayabaya:  Pramono–Rano Tunjukkan Perubahan Konkret di Jakarta
Ketua Yayasan Universitas Jayabaya: Pramono–Rano Tunjukkan Perubahan Konkret di Jakarta (Merdeka.com)

Ketua Yayasan Universitas Jayabaya, Moestar Putra Jaya, menilai positif kinerja 100 hari Pramono Anung dan Rano Karno dalam memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Duet kepemimpinan ini menunjukkan arah perubahan yang terstruktur, kolaboratif, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Dalam 100 hari pertama, kepemimpinan keduanya dijalankan dalam bentuk mengeksekusi kebijakan nyata dalam pembenahan persoalan di Jakarta. Ini angin segar bukan hanya warga Jakarta sendiri, tapi warga kota penyangga," ujar Moestar.

Moestar menyebut, sejumlah program prioritas yang berhasil dijalankan dan mendapat respons positif dari masyarakat. Seperti reformasi sistem transportasi publik, termasuk penambahan rute dan jadwal operasional Transjakarta serta integrasi antarmoda yang lebih baik.

Begitu juga dengan kewajiban pegawai sipil DKI Jakarta menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu, sebagai kampanye budaya mobilitas ramah lingkungan.

"Kebijakan itu nyata dan dirasakan semua pihak. Termasuk Rute baru TransJabodetabek yang menghubungkan Terminal Bekasi dengan Halte Galunggung, Dukuh Atas, Jakarta, masyarakat di luar Jakarta terlayani dengan baik," ujarnya.

Terasa Dampaknya

Moestar juga mengatakan program lain yang menurutnya sangat bermanfaat seperti sekolah gratis yang memperluas akses pendidikan dasar dan menengah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kemudian Penataan tata ruang dan kawasan kumuh, termasuk revitalisasi trotoar dan ruang terbuka hijau. Penguatan identitas budaya Betawi, melalui dukungan program seni, kuliner, dan pelestarian situs budaya di wilayah kota administrasi.

“Kebijakan kebijakan d iatas adalah langkah yang paling terasa dampaknya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Kan bisa dilihat dengan hasil survei yang pernah ada, ” ujar Moestar.

Hasil survei terbaru dari Jakarta Research Institute (JRI) menunjukkan bahwa 74 persen warga DKI Jakarta menyatakan puas terhadap kinerja 100 hari pertama Pramono Anung dan Rano Karno.

Moestar menilai, hasil survei ini menjadi validasi bahwa pendekatan kepemimpinan mereka berjalan di jalur yang benar, nyata, berbasis data, dan lebih penting adalah menjaga konsistensin antara janji kampanye dan realisasi kebijakan.

Pekerjaan Perlu Diselesaikan

Sebagai akademisi, Moestar menilai bahwa keterlibatan kampus dan lembaga riset menjadi penting untuk mengawal arah pembangunan Jakarta ke depan.

Ia berharap Pemprov DKI membuka ruang partisipasi lebih luas dalam merancang kebijakan jangka menengah dan panjang.

“Universitas Jayabaya siap berkontribusi dalam bentuk kajian kebijakan, riset sosial perkotaan, dan pelibatan mahasiswa untuk pengabdian masyarakat. Jakarta adalah laboratorium kebijakan urban yang sangat strategis,” ujarnya.

Moestar juga menekankan bahwa 100 hari hanyalah awal, dan tantangan terbesar justru berada di fase implementasi jangka panjang.

“Soal banjir yang menimpa Jakarta, masyarakat harus beri waktu. Pramono Rano itu doing by learning penyelesaian banjir ini, jadi jangan terburu buru memvonis, butuh dukungan seluruh stakholder yang ada, baik pusat, wilayah penyangga, dan tentu dukungan dan kolaborasi dengan masyarakat," tutupnya.

Rekomendasi