Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha resmi menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) menggantikan Mayjen TNI Achiruddin.
Rotasi jabatan tersebut diamanatkan dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 tertanggal 27 Mei 2025.
Serah terima jabatan dilakukan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon, yang mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Gedung Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/6).
Perjalanan Karier Militer
Beberapa jabatan strategis juga sempat diemban Edwin selama berkarier di TNI AD. Salah satu yang paling mentereng adalah dua kali menjadi Dandim 0501/Jakarta Pusat pada 2014 hingga 2015 dan pada 2017.
Kala itu Edwin memegang peranan penting lantaran harus menjaga pusat pemerintahan negara di Jakarta Pusat selama perhelatan internasional Asian Games.
Selain itu, pada akhir 2011 hingga November 2012, Edwin juga sempat berdinas di Makopassus sebagai Pabandya Lidgal Sintel Kopassus. Selanjutnya, dia menjabat sebagai Danyon 31 Grup 3 Kopassus dan kemudian menjabat Paspampres. Pada Juli 2014, dia menjabat sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat.
Setelah itu, dia menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri 1 Pengaman Ibu Kota/Jaya Sakti Kodam Jaya.
Sebelum kemudian dia dipercaya oleh Pimpinan TNI AD untuk menjabat kembali sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat. Dia adalah perwira yang pertama kali dan satu-satunya yang berhasil menjabat Dandim di Jakarta Pusat sebanyak dua kali.
Pada 2018, Mayjen Edwin ditunjuk sebagai Ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK).
Dekat dengan Prabowo
Ditunjuk menjadi Danpaspampres, Mayjen Edwin ditugaskan untuk mengamankan Presiden, Wakil Presiden, dan keluarga mereka dari segala ancaman.
Mayjen Edwin disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya sama-sama berasal dari Kopassus.
Selain itu, Mayjen Edwin pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas di Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Prabowo.
Advertisement