Plattform Amalsholeh menggelar audiensi strategis dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara organisasi non-pemerintah (NGO) Islam Indonesia dengan pemerintah dalam isu-isu dunia Islam dan kemanusiaan global.
Delegasi Amalsholeh yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari CEO Amalsholeh Irfansyah Riyanto, Deputy CEO Dea Sunarwan, Head of Brand Management Riky Haryadi, serta Partnership Supervisor Asny.
Dalam kesempatan tersebut, Amalsholeh memaparkan peran strategisnya sebagai agregator kebaikan dari berbagai NGO Islam di Indonesia serta menyampaikan dua agenda utama penguatan kolaborasi internasional.
Agenda pertama adalah komitmen Amalsholeh untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan NGO Islam Indonesia secara global. Salah satu langkah penting yang diusulkan adalah fasilitasi akses penggalangan dana lintas negara.
“Kami berkomitmen memperluas dampak kebaikan NGO Islam Indonesia secara global, salah satunya melalui fasilitas penggalangan dana lintas negara. Ini akan memperkuat kolaborasi antara donatur internasional dan lembaga kemanusiaan di Indonesia” tegas Irfansyah Riyanto selaku CEO Amalsholeh.
Inisiatif ini ditujukan baik untuk NGO Indonesia yang ingin menjangkau diaspora serta donatur internasional, maupun untuk NGO luar negeri yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan di Indonesia.
“Kami mendorong adanya regulasi resmi sebagai landasan hukum untuk aktivitas filantropi lintas negara. Dengan dukungan pemerintah, inisiatif ini dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak lebih luas,” tambah Dea Sunarwan, Deputy CEO Amalsholeh.
Agenda kedua adalah penguatan posisi Amalsholeh sebagai mitra terpercaya dalam penggalangan dana dan implementasi program kemanusiaan global, khususnya terkait Palestina dan kampanye keislaman internasional lainnya.
Wakil Menteri Luar Negeri RI menyambut baik inisiatif ini dan memberikan arahan agar Amalsholeh menyusun Initial Paper sebagai langkah konkret awal.
“Kami menyambut baik inisiatif Amalsholeh dan mendorong penyusunan Initial Paper sebagai langkah awal. Kolaborasi lintas kementerian akan kami fasilitasi untuk memastikan kebijakan yang legal dan strategis,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. Muhammad Anis Matta
Dokumen tersebut direncanakan akan menjadi bahan pembahasan lintas kementerian, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Keuangan, guna menyusun kebijakan yang dapat mengakomodasi inisiatif ini secara legal dan taktis.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, Amalsholeh juga diundang untuk bergabung dalam Aliansi Dunia Islam Kemenlu RI. Forum ini menjadi wadah kolaboratif antara NGO Islam, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan komunitas keislaman dalam memperkuat posisi Indonesia pada isu-isu tingkat global.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri turut memberikan apresiasi terhadap platform digital Amalsholeh, yang dinilai sebagai aplikasi bursa amal yang inovatif dan potensial memperkuat diplomasi kemanusiaan Indonesia.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membuka lebih banyak ruang kontribusi umat Islam Indonesia di panggung filantropi global, sekaligus memperkuat diplomasi kemanusiaan Indonesia berbasis nilai dan aksi nyata.