Pakar Sebut Covid-19 di RI Didominasi Varian MB 1.1, Begini Gejalanya

Tri menjelaskan tingkat transmisi atau kecepatan penyebaran Covid saat ini cukup rendah.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Pakar Sebut Covid-19 di RI Didominasi Varian MB 1.1, Begini Gejalanya
Petugas mencatat data seorang tenaga kesehatan medis saat melakukan rapid test pendektesian COVID-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (25/3/2020). Pemeriksaan hanya diperuntukan b (© 2025 Liputan6.com)

Sejumlah negara di Asia seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia dan Singapura mengalami kenaikan kasus penularan Covid-19. Indonesia sendiri mulai mencatat kenaikan kasus.

Guru Besar FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus peneliti Mikrobiologi Klinik, Tri Wibawa angkat bicara soal kenaikan penularan Covid-19 ini. Tri menilai peningkatan kasus di negara tetangga tidak dapat secara pasti akan diikuti peningkatan penularan di Indonesia.

Meski demikian, Tri meminta agar pemerintah Indonesia bersiap-siap untuk melakukan antisipasi penularan ini. Hal ini mengacu pada pengalaman selama pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

“Namun, belajar dari penularan di masa pandemi yang sangat cepat dan luas, akan lebih baik kalau kita bersiap,” ujar Tri, Rabu (4/6).

Tri menjelaskan tingkat kecepatan penyebaran Covid saat ini cukup rendah. Pasalnya varian SARS-CoV-2 yang dominan menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, lalu di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1, dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1).

Tri mengatakan varian yang dominan di Indonesia saat ini berbeda dengan yang ada di negara tetangga. Varian di Indonesia adalah varian MB 1.1.

Varian ini, lanjut Tri, belum masuk pada daftar Variants of Interest (VOIs) maupun variants under monitoring (VUMs) yang dikeluarkan oleh WHO.

Tri mengatakan belum banyak informasi spesifik tentang Variant MB1.1, tetapi, dia menduga manifestasi klinis yang muncul tidak banyak berbeda dengan varian omicron lain yang pernah beredar di Indonesia.

“Gejala yang ditimbulkan pun sejauh ini serupa dengan varian-varian Covid-19 sebelumnya, termasuk demam, pusing, batuk, sakit tenggorokan, mual dan muntah, serta nyeri sendi,” ungkap Tri.

Tetap Harus Waspada

Tri mewanti-wanti meskipun angka kasusnya cukup rendah dan gejalanya cenderung sama, bukan berarti masyarakat tidak perlu waspada.

Tri menyarankan masyarakat dapat mengantisipasi dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi serta istirahat yang cukup. Bahkan dia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker jika merasakan gejala seperti flu.

“Jika berada dalam kerumunan dan membatasi diri untuk tidak berada di kerumunan jika merasa tidak dalam kondisi kesehatan yang prima,” saran Tri.

Selain itu, Tri meminta masyarakat untuk memantau keadaan dari sumber informasi yang dapat dipercaya, termasuk dari pemerintah dan lembaga yang dapat dipercaya.

“Kita harus yakin bahwa kita bersama telah memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk dapat bertahan pada masa-masa sulit pandemi,” tutup Tri.

Situasi Covid-19 di RI

Sebagai informasii, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan Covid-19 yang ditujukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes RI melaporkan terdapat penambahan 7 kasus Covid-19 selama 25-31 Mei lalu. Sehingga total ada 72 kasus sepanjang tahun 2025.

Rekomendasi