Tahu Tidak? Tangerang Targetkan Tambah 132 Jamban Sehat, Perkuat Status ODF Nol Persen!

Disperkimtan Kota Tangerang berencana menambah 132 unit jamban sehat hingga 2025, melanjutkan komitmen menjaga status ODF nol persen dan sanitasi lingkungan yang lebih baik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahu Tidak? Tangerang Targetkan Tambah 132 Jamban Sehat, Perkuat Status ODF Nol Persen!
Disperkimtan Kota Tangerang berencana menambah 132 unit jamban sehat hingga 2025, melanjutkan komitmen menjaga status ODF nol persen dan sanitasi lingkungan yang lebih baik. (Merdeka.com)

Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang telah mengumumkan target ambisius untuk meningkatkan fasilitas sanitasi di wilayahnya. Mereka menargetkan penambahan pembangunan sebanyak 132 unit jamban sehat hingga akhir tahun 2025. Langkah ini diambil setelah berhasil merealisasikan pembangunan 176 unit jamban sehat sebelumnya.

Kepala Disperkimtan Kota Tangerang, Decky Priambodo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah kota. Tujuannya adalah untuk mempertahankan status Open Defection Free (ODF) nol persen, yang berarti masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan di Kota Tangerang. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Penambahan fasilitas jamban sehat ini akan didistribusikan secara merata berdasarkan usulan yang masuk dari setiap kelurahan dan kecamatan. Proses ini memastikan bahwa pembangunan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di berbagai wilayah Kota Tangerang. Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan akses sanitasi layak.

Pemerintah Kota Tangerang memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan warganya. Program Jamban Sehat ini bukan merupakan program baru, melainkan inisiatif rutin yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan akses sanitasi yang layak dan menjaga kesehatan lingkungan di tengah masyarakat.

Decky Priambodo menegaskan, "Ini bagian komitmen mempertahankan status Open Defection Free (ODF) nol persen atau masyarakat tanpa buang air besar sembarangan di Kota Tangerang." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya program ini dalam mencapai target sanitasi total berbasis masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangerang juga memastikan bahwa setiap program Jamban Sehat direalisasikan dengan standar yang tinggi. Mereka menggunakan sistem septictank yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan limbah yang dihasilkan tidak mencemari air tanah di sekitarnya, menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain program pembangunan jamban sehat, Pemerintah Kota Tangerang juga menyediakan layanan inovatif untuk pengelolaan limbah tinja. Layanan ini dikenal sebagai Sistem Informasi Sedot Tinja (Sisenja), yang dapat diakses oleh masyarakat dengan harga terjangkau. Kehadiran Sisenja bertujuan menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang.

Masyarakat yang ingin menggunakan jasa sedot tinja dari Pemkot Tangerang diimbau untuk mengakses layanan ini melalui Super App Tangerang LIVE. Permohonan juga dapat dilakukan melalui WhatsApp operator resmi di nomor 0856-9354-4445. Kemudahan akses ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak warga untuk mengelola limbah tinja mereka secara bertanggung jawab.

Decky Priambodo menjelaskan detail biaya layanan Sisenja. "Apabila masyarakat Kota Tangerang ingin menggunakan jasa sedot tinja dari Pemkot Tangerang, diimbau untuk dapat menggunakan atau mengakses lewat menu Sisenja yang tersedia di Super App Tangerang LIVE," ungkapnya. Untuk perbaikan WC mampet, retribusinya sebesar Rp150 ribu per titik. Sementara itu, untuk jasa sedot kakus, biaya terbagi dalam tiga kelompok dengan retribusi berbeda sesuai hitungan per ritase, memastikan transparansi dan keterjangkauan layanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi