Wali Kota Depok Berangkatkan 90 Anak ke Barak Militer, Ada yang Bawa Ember, Koper Hingga Kantong Kresek

Dia meyakini program ini sebenarnya tidak berbeda dengan mereka belajar mengajar di sekolah.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Wali Kota Depok Berangkatkan 90 Anak ke Barak Militer, Ada yang Bawa Ember, Koper Hingga Kantong Kresek
Wali Kota Depok Berangkatkan 90 Anak ke Barak Militer, Ada yang Bawa Ember, Koper Hingga Kantong Kresek (Merdeka.com)

Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan bahwa Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait pelaksanaan Pendidikan Karakter di barak militer Divisi 1 Kostrad Cilodong. Rekomendasi itu sudah dipelajari dan diperhatikan sebelum pihaknya melepas 90 peserta yang mengikuti program ini selama 10 hari.

"Ya KPAI menyampaikan beberapa rekomendasi," katanya, Sabtu (31/5).

Pihaknya memahami apa yang menjadi kekhawatiran. Tapi dia meyakini program ini sebenarnya tidak berbeda dengan mereka belajar mengajar di sekolah.

"Artinya jam-jam belajar mereka tidak terkurangi, tidak digantikan dengan yang lain," ujarnya.

Selama mengikuti program ini, waktu anak di luar jam sekolah atau belajar yang dulunya digunakan untuk kegiatan yang dirasa kurang berfaedah, diganti ke hal bermanfaat.

"Kita masuk di sana, dari mulai bangun tidur, olahraga, kemudian kegiatan makan bersama, kegiatan menerima materi, istirahat sampai kita mewajibkan mereka istirahat di jam nya istirahat dan tidak mengizinkan mereka membawa gadget atau HP," ujarnya.

Untuk tahap awal hanya 90 peserta yang diberangkatkan dari rencana semula 100 orang. Belum diketahui alasan 10 orang tidak hadir saat pelepasan pagi tadi.

Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, pihaknya akan memastikan jumlah mengikuti program tersebut begitu sampai di Kostrad Cilodong. Selanjutnya dia akan berkomunikasi dengan 10 orang tua tersebut untuk menanyakan kelanjutanya.

"Sekarang yang ikut pelepasan memang kurang dari 100, rinciannya nanti ya, setelah kita hitung di sana. Kita akan komunikasi lagi dengan orang tua yang mendaftar ya," katanya.

Semula Pemkot Depok membuka kuota hanya untuk 50 peserta. Namun peminatnya membludak sehingga kuota ditambah dua kali lipat. Jumlah yang mendaftar sebanyak 378 orang namun hanya 100 orang yang terpilih.

Sementara itu, Aster Divif 1 Kostrad Cilodong Kolonel Inf Wira Muharromah berjanji, anggotanya akan sepenuh hati untuk membimbing peserta selama mengikuti program pendidikan di barak militer.

"Program ini menambah ilmu, wawasan serta teman. Jadi kami minta manfaatkan dengan baik," katanya

Bawa Ember Berangkat dari Balai Kota Depok

Hari ini sebanyak 90 anak-anak di Kota Depok diberangkatkan ke barak militer Markas Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok. Mereka adalah anak usia 13-15 tahun yang akan mengikuti program Pendidikan Karakter selama 10 hari dimulai pada 1 Juni 2025.

Para siswa diberangkatkan dari area Balai Kota Depok. Mereka sudah berada di Balai Kota Depok sejak pukul 06.00 WIB. Sebelum berangkat, mereka berkumpul dan berbaris di depan area perpustakaan. Para siswa mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam.

Empat truk yang mengantar siswa sudah tersedia. Sebelum naik ke truk, para siswa meminta izin pada orang tua yang mengantar. Para siswa terlihat memeluk dan meminta doa dari masing-masing orang tua. Sejumlah perlengkapan juga dibawa para siswa. Mulai dari ember, pakaian hingga perlengkapan lain. Namun selama menjalani pendidikan mereka dilarang membawa handphone.

Terlihat suasana unik dimana sejumlah siswa berjalan membawa ember, koper hingga kantong kresek yang berisi keperluan selama pendidikan. Mereka terlihat semangat berangkat naik truk dan menuju barak.

Suasana haru juga terlihat saat anak-anak berpamitan pada orang tua. Seperti Sumiatni yang merasa sedih melepas keberangkatan anaknya. Namun dia tidak mau kalah dengan rasa sedihnya demi tujuan mendisiplinkan anak.

"Saya mendaftarkan anak mengikuti pendidikan karakter biar disiplin," katanya, Sabtu (31/5).

Dia mengaku sengaja mendaftarkan anaknya ikut program ini walaupun anaknya tidak terlibat tawuran atau kenakalan remaja lain. Dia memiliki tujuan tersendiri yaitu agar anaknya disiplin. Namun sehari-hari anaknya selalu bermain handphone sehingga dia mendaftar ikut program ini.

"Dia (anak) kalau di rumah keseringan main handphone, makanya saya daftarin," ujarnya.

Melalui program Pendidikan Karakter ini diharapkan dapat mengubah pola kepribadian anaknya. Dia juga berharap agar anaknya menjadi disiplin usai mengikuti program ini. "Anaknya sudah mau, suami saya juga menyetujui, jadi ya sudah diikutsertakan saja," ungkapnya.

Dia mengatakan, secara akademik anaknya tidak bermasalah dan bahkan memiliki prestasi cukup bagus. Namun seiring berkembangnya teknologi, anaknya menjadi kecanduan bermain handphone. "Mudah-mudahan setelah ini, anak saya gak keseringan main handphone dan disiplin nya menjadi lebih baik," pungkasnya.

Rekomendasi