Mesin parkir pintu otomatis di RSUD Kota Tangerang Selatan, telah berdiri di titik keluar-masuk kendaraan menuju layanan rumah sakit milik Pemkot Tangerang Selatan tersebut.
Meski belum dioperasikan, pengelolaan parkir RSUD Tangerang Selatan saat ini bersih dari kegiatan ilegal dilakukan organisasi masyarakat dan kelompok masyarakat setempat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga mengatakan, pintu parkir otomatis RSUD tersebut hanya tinggal menunggu penyetelan sistem perangkat digunakan pengelola parkir pemenang tender parkir.
"Sekarang masih manual, dalam waktu dekat insyaAllah segera untuk otomatis pakai sistem," kata Pilar, di Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, Jumat (30/5).
Advertisement
Pemenang Tender Parkir
Pilar menegaskan pengelola parkir pemenang tender PT Bangsawan Cyberindo Indonesia memperoleh kompensasi pengelolaan parkir terhitung dari masa memenangi tender hingga akhirnya bisa menjalankan usaha di RSUD terletak di Pamulang setelah 30 preman diamankan Polda Metro Jaya.
"Akhirnya saya kasih kompensasi selama mereka belum mengelola kita tidak hitung masa waktu operasional," ujar Pilar.
Menurut dia, waktu operasional PT Bangsawan Cyberindo Indonesia dalam pengelolaan lahan parkir RSUD Tangsel sekitar tiga atau lima tahun ke depan. Perusahaan tersebut juga telah memenuhi biaya sewa barang milik daerah ke kas daerah.
Advertisement
Penangkapan Puluhan Preman
Sebelumnya pada Rabu (23/5) malam, 30 preman anggota ormas dan kelompok pemuda masyarakat dekat RSUD Tangsel ditangkap Unit Jatanras Polda Metro Jaya. Dalam penangkapan itu, ketua Ormas Pemuda Pancasila M. Reza AO ditetapkan sebagai DPO.