Bupati Jayawijaya Ultimatum KKB Pimpinan Egianus Kogoya Usai Penembakan Polisi Depan RSUD: Angkat Kaki dari Wamena!

Peringatan ini disampaikan usai KKB menembak anggota satuan Lantas Polres Jayawijaya di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Bupati Jayawijaya Ultimatum KKB Pimpinan Egianus Kogoya Usai Penembakan Polisi Depan RSUD: Angkat Kaki dari Wamena!
Bupati Jayawijaya Ultimatum KKB Pimpinan Egianus Kogoya Usai Penembakan Polisi Depan RSUD: Angkat Kaki dari Wamena! (Merdeka.com/Richard Jakson)

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip mengultimatum pimpinan KKB Papua, Egianus Kogoya agar segera meninggalkan Wamena. Peringatan ini disampaikan usai KKB menembak anggota satuan Lantas Polres Jayawijaya di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena.

"Kelompok Egianus atau pun kelompok mana pun yang ada di sini, segera angkat kaki, tinggalkan Kota Wamena," tegas Atenius, Kamis (29/5) petang.

Atenius mengaku sudah mengetahui pengakuan Egianus Kogoya lewat juru bicara KKB Sebby Sambom bahwa mereka yang bertanggung jawab atas penembakan polisi depan RSUD Wamena.

Atenius mengingatkan, penembakan kemarin adalah teror terakhir yang dilakukan KKB di Wamena. Tidak boleh lagi ada penyerangan berikutnya. Dia menegaskan, tidak ada tempat untuk kejahatan di Wamena.

"Di Wamena ini tidak ada tempat untuk kejahatan, tidak ada tempat untuk peperangan. Di sini tempat pendidikan untuk orang layak hidup. Tempat untuk orang pengungsian," tegas dia.

Klaim Situasi Sudah Kondusif

Atenius memastikan situasi di Wamena kembali kondusif setelah penembakan polisi depan RSUD. Aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasanya.

Dia menyebut, pemerintah daerah Papua Pengunungan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat sudah dudu bersama untuk menyikapi penembakan polisi tersebut.

Hasil pertemuan itu membuahkan langkah-langkah strategis ke depan dalam menghadapi masalah gangguan keamanan di Papua pegunungan.

Atenius juga meminta masyarakat segera melapor jika melihat kelompok bersenjata masuk ke kampung-kampung.

"Apabila ada kelompok-kelompok kejahatan membawa senjata, yang masuk di kampung-kampung sampaikan kepada kami, usir mereka dari tempat itu," pinta Atenius.

Detik-Detik Polisi Ditembak Depan RSUD

Anggota Sat Lantas Polres Jayawijaya, Bripka Marsidon Debataraja diberondong tembakan oleh orang tak dikenal saat berada di dalam mobil dinas yang terparkir di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wamena, Jalan Trikora, Kabupaten Jayawijaya pada Rabu (28/5) pukul 19.14 WIT.

Insiden penembakan ini terjadi setelah Bripka Marsidon bersama rekannya Aipda Bakri Sidikun selesai mengantar korban kecelakaan lalu lintas di Jl JB Wenas ke IGD RSUD Wamena. Ketika keduanya hendak kembali ke Mapolres Jayawijaya menggunakan mobil dinas Sat Lantas, mobil mereka diberondong tembakan dari arah pagar RSUD yang berada di sisi Jalan Trikora dan mengenai korban.

Pelaku yang diduga menggunakan senjata api laras panjang, melarikan diri menggunakan sepeda motor usai melancarkan aksinya. Aipda Bakri Sidikun yang selamat dari penembakan langsung mengevakuasi korban ke IGD RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

“Anggota ditembak saat melaksanakan tugas mengantar korban laka lantas ke RSUD Wamena, hal ini merupakan tindakan kriminal keji yang tidak bisa ditoleransi," kata Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Rekomendasi