Begini Tata Cara dan Niat Puasa Arafah

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 10 Dzulhijjah atau Iduladha dalam maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Begini Tata Cara dan Niat Puasa Arafah
Begini Tata Cara dan Niat Puasa Arafah (Merdeka.com)

Puasa Arafah 2025 diperkirakan jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025. Namun, tanggal ini masih bersifat prediksi karena penetapan resmi akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui sidang isbat.

Penetapan itu baru akan dilakukan dalam sidang isbat yang digelar pada Selasa, 27 Mei 2025, mulai pukul 16.00 WIB, di Jakarta.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 10 Dzulhijjah atau Iduladha dalam maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.

Tata Cara Puasa Arafah

Pelaksanaan puasa Arafah secara umum tidak berbeda dengan puasa-puasa lainnya, yakni dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Berikut langkah-langkah pelaksanaannya:

1. Niat Puasa Arafah

Niat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum fajar. Lafadz niatnya adalah:

Nawaitu shouma arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.

2. Makan Sahur

Disunnahkan untuk sahur, meskipun hanya dengan air putih. Sahur menjadi energi dan pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat lain.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Seperti makan, minum, berhubungan suami istri, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa hingga waktu maghrib tiba.

4. Menyegerakan Berbuka

Setelah matahari terbenam, disunnahkan untuk segera berbuka puasa. Ini termasuk sunnah Nabi yang mendatangkan pahala.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah dikenal sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa. Berdasarkan hadits-hadits sahih, berikut beberapa keutamaannya:

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)

2. Membebaskan dari Api Neraka

Nabi Muhammad SAW juga bersabda, "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba dari neraka selain Hari Arafah." (HR. Muslim)

Sebagai umat Islam, momen puasa Arafah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rekomendasi