Waspada! Gelombang Tinggi DIY Capai 4 Meter Akibat Dua Bibit Siklon, BMKG Ingatkan Bahaya Hingga 21 September

BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi Gelombang Tinggi DIY hingga 4 meter di perairan selatan akibat dua bibit siklon, berisiko bagi pelayaran hingga 21 September.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Waspada! Gelombang Tinggi DIY Capai 4 Meter Akibat Dua Bibit Siklon, BMKG Ingatkan Bahaya Hingga 21 September
BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi Gelombang Tinggi DIY hingga 4 meter di perairan selatan akibat dua bibit siklon, berisiko bagi pelayaran hingga 21 September. (Merdeka.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga tanggal 21 September 2025 mendatang, menuntut kewaspadaan dari seluruh pihak.

Ketinggian gelombang laut diprediksi dapat mencapai 2,5 hingga 4,0 meter di beberapa wilayah perairan. Fenomena ini disebabkan oleh pengaruh dua bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar perairan Filipina.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi para nelayan dan operator kapal yang beraktivitas di wilayah perairan selatan DIY.

Peningkatan Gelombang Tinggi DIY ini tidak lepas dari aktivitas dua bibit siklon tropis yang signifikan. Bibit siklon 99W berada di perairan barat Filipina, sementara bibit siklon 90W terpantau di timur Filipina. Kondisi ini secara signifikan berpotensi meningkatkan kecepatan angin permukaan di laut.

Warjono menjelaskan bahwa pola angin timuran masih mendominasi perairan Jawa, termasuk wilayah DIY. Pola angin ini secara langsung berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut. Kecepatan angin yang meningkat turut memicu terbentuknya gelombang yang lebih besar dan berbahaya.

Selain itu, kondisi cuaca di perairan Yogyakarta secara umum ditandai oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Meskipun bukan penyebab utama gelombang tinggi, situasi ini menambah kompleksitas kondisi cuaca di perairan selatan DIY.

Ketinggian Gelombang Tinggi DIY yang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter membawa risiko serius bagi keselamatan. Risiko ini terutama berlaku bagi aktivitas pelayaran di perairan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul. Samudra Hindia selatan DIY juga termasuk dalam area yang terdampak paling parah.

Perahu nelayan menjadi salah satu jenis kapal yang paling rentan dengan kecepatan angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang juga berisiko tinggi dengan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, bahkan kapal ferry mulai terdampak pada gelombang 2,5 meter dan angin 21 knot.

Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak yang terlibat dalam aktivitas maritim di wilayah tersebut. BMKG menekankan pentingnya untuk tidak memaksakan pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan demi keselamatan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di tengah ancaman gelombang tinggi ini.

Analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau hangat. Suhu berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius, dengan anomali 0,5 hingga 1,5 derajat Celsius. Kondisi ini sangat mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.

Peningkatan suplai uap air ini memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah tersebut secara signifikan. Profil kelembapan udara di DIY pada ketinggian 850-500 mb juga relatif basah, berkisar 60-95 persen. Faktor-faktor ini memicu terbentuknya awan hujan, terutama di wilayah utara DIY pada siang hingga sore hari.

BMKG memprakirakan periode 19 hingga 21 September 2025 akan disertai potensi hujan di wilayah utara DIY. Sementara itu, Gelombang Tinggi DIY tetap menjadi perhatian serius di wilayah selatan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

  • 19 September: Potensi hujan ringan hingga sedang di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, dan Gunungkidul bagian utara hingga tengah. Gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.
  • 20 September: Hujan ringan berpotensi turun di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Gelombang meningkat menjadi 2,5 hingga 4 meter.
  • 21 September: Hujan ringan masih mungkin terjadi di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara. Gelombang tinggi tetap 2,5 hingga 4 meter.

BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial mereka. Koordinasi dengan pihak terkait kebencanaan seperti BPBD dan FPRB juga sangat dianjurkan untuk mitigasi risiko.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi