Prabowo Ingin Naikkan Gaji Hakim: Agar Tidak Bisa Disogok dan Dibeli

Prabowo menyatakan, pengelolaan anggaran yang jujur akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

Muhammad Genantan Saputra
Prabowo Ingin Naikkan Gaji Hakim: Agar Tidak Bisa Disogok dan Dibeli
Presiden Prabowo Subianto melambaikan tangannya di hadapan ribuan buruh saat perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). (©Liputan6.com/Herman Zakharia)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat penegakan hukum di Indonesia dengan menaikkan gaji para hakim. Menurutnya, upaya ini penting agar hakim tidak mudah disuap dan dapat menegakkan hukum secara adil dan tegas.

"Saya sedang merencanakan juga bagaimana menaikkan gaji para hakim kita. Agar Hakim kita nanti tidak bisa disogok, tidak bisa dibeli. Sehingga hukum dilaksanakan dan ditegakkan dengan baik," kata Prabowo saat menghadiri acara di SDN 5 Cimahpar, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5).

Selain soal hakim, Prabowo mengingatkan, pentingnya integritas para birokrat. Ia menekankan, anggaran negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat dan tidak boleh diselewengkan.

"Para pejabat para birokrat diangkat dibiayai oleh negara digaji oleh negara hendaknya anggaran untuk rakyat anggaran untuk pelayanan rakyat hendaknya jangan diselewengkan, jangan dikorupsi dengan segala akal," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan, pengelolaan anggaran yang jujur akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para guru.

"Begitu banyak kebijakan kita yang akan kita lakukan untuk memperbaiki keadaan, kesejahteraan rakyat kita dan ASN kita dan guru-guru kita pejabat-pejabat kita semuanya," pungkasnya.

Rekomendasi