Pro Kontra Kemunculan Sound Horeg hingga Dipertimbangkan Pemberian HAKI

Sound Horeg di Jawa Timur menyatukan teknologi, tradisi, dan hiburan.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Pro Kontra Kemunculan Sound Horeg hingga Dipertimbangkan Pemberian HAKI
Pro Kontra Kemunculan Sound Horeg hingga Dipertimbangkan Pemberian HAKI (Merdeka.com)

Fenomena sound horeg mengemuka mulai dari provinsi paling ujung timur pulau Jawa atau biasa disebut dengan Jawa timur (Jatim). Tepatnya di daerah Malang, Jatim yang disebut-sebut sebagai kawasan paling awal yang membidangi hiburan rakyat berupa sound horeg ini. Meski di satu sisi, belum ada literatur yang dapat mengatakan pasti dimana sound horeg ini lahir untuk pertama kalinya.

Era tahun 2000 an, disebut sebagai awal kemunculan dari sound horeg Sound horeg sendiri terdiri dari dua kata yang memadukan antara bahasa Inggris (Sound) dengan bahasa jawa ngoko (horeg). 'Sound' sendiri jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti 'suara'. Sedangkan 'horeg' sendiri bisa diartikan sebagai 'guncangan atau berguncang, maupun bergetar'.

Dari rangkaian dua kata ini, maka 'sound horeg' bisa diartikan sebagai suara yang mengguncang atau menggetarkan benda-benda yang ada disekitarnya.

Pasca fenomena penyakit covid yang mengharuskan setiap orang untuk mendekam 'di rumah' saja, kemunculan sound horeg makin melejit lantaran warga haus akan hiburan di luar rumah.

Seperangkat sound system besar 'digendong' menggunakan truk pun menjadi ciri khas dari sebuah sound horeg. Ditambah dengan suara yang dihasilkan dari sound system tersebut sangat keras dan menggelegar hingga memekakan telinga.

Meski tetap menuai pro dan kontra, keberadaan sound horeg ini nyatanya tetap eksis hingga saat ini. Bagi para penggemar sound horeg, keberadaannya justru menimbulkan fanatisme tersendiri.

Suara sound yang menggelegar, seakan dapat membuat hingar bingar 'pesta' rakyat makin meriah. Alunan musik dari DJ lokal kerap kali disuguhkan sebagai penghentak 'horeg'. "Semakin horeg, semakin asyik," kata Tatik, penggemar sound horeg.

Tak jarang, keberadaan dari sound horeg ini mampu menyedot massa mulai dari ratusan hingga ribuan jumlahnya. Mereka biasanya akan bergoyang bersama setelah alunan musik menggema dari lubang-lubang sound besar tersebut.

Nama-nama seperti Brewog Audio, Faskho Sengox Audio, Cap Jaran Audio, Nanda Audio, hingga Blizzard Audio pun kini menjadi "artis" yang selalu dinanti oleh para penggemarnya. Dimanapun keberadaan para audio sound horeg ini, selalu mampu membuat para penggemarnya terhipnotis.

Genre musik yang diputar beragam, namun umumnya didominasi oleh musik elektronik, dangdut, campursari, atau remix dengan dentuman bass yang kuat. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya.

Selain musik, Sound Horeg juga sering dipadukan dengan atraksi lain seperti karnaval atau parade. Penari dan lampu sorot menambah semarak penampilan, menciptakan suasana pesta yang meriah.

Mengenal Lebih Dekat Sound Horeg

Dalam perjalanannya, sound horeg tak sekadar menjadi hiburan musik rakyat yang menghentak. Belakangan fenomena ini juga memunculkan kontroversi di masyarakat. Sebab, suara keras dan getaran yang dihasilkan Sound Horeg tak selamanya bisa diterima masyarakat sebagai aksi yang menghibur. Sebaliknya sangat mengganggu dan memekakkan telinga.

Banyak warga yang mengeluhkan suara keras yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan mereka. Keluhan ini terutama datang dari warga yang tinggal di sekitar lokasi penggunaan Sound Horeg, terutama saat acara berlangsung hingga larut malam. Beberapa pihak bahkan meminta adanya regulasi untuk membatasi penggunaan Sound Horeg agar tidak mengganggu ketertiban umum.

Kontroversi dan Dampak Sosial

Suara keras yang dihasilkan Sound Horeg menjadi sumber utama kontroversi. Banyak warga yang merasa terganggu oleh kebisingan yang berlebihan, terutama di daerah pemukiman. Gangguan tidur, stres, dan penurunan kualitas hidup menjadi beberapa dampak negatif yang dikeluhkan. Hal ini memicu perdebatan tentang bagaimana menyeimbangkan hak individu untuk berekspresi dengan hak masyarakat untuk menikmati lingkungan yang tenang dan nyaman.

Perdebatan ini juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas terkait penggunaan sound system di ruang publik. Belum adanya aturan yang tegas mengenai batas volume dan waktu penggunaan Sound Horeg membuat permasalahan ini semakin kompleks. Diperlukan solusi yang bijak untuk mengakomodasi kebutuhan hiburan masyarakat tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

Beberapa daerah telah mencoba menerapkan aturan lokal untuk mengatur penggunaan Sound Horeg, namun penerapannya masih beragam dan belum merata. Hal ini menunjukkan perlunya koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku Sound Horeg untuk menemukan solusi yang adil dan berkelanjutan.

Meskipun kontroversial, Sound Horeg tetap menjadi bagian dari budaya Jawa Timur. Fenomena ini mencerminkan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam menciptakan bentuk hiburan yang unik. Namun, perkembangannya perlu diimbangi dengan kesadaran akan dampak sosial dan lingkungan agar dapat dinikmati secara bertanggung jawab.

Sound Horeg Bakal Diberikan HAKI?

Kepala Kanwil Kemenkum Jatim Harris Sukamto pun turut melirik fenomena sound horeg yang disebutnya sebagai karya orisinal anak bangsa ini. Ia bahkan berencana memberikan peluang pada sound horeg ini untuk masuk sebagai kekayaan intelektual.

"Karenanya kami pada saatnya nanti, akan memberikan penghargaan terhadap mereka yang telah mengeluarkan ide dan gagasan dalam bentuk sound horeg ini," ujarnya.

Sebagai karya anak bangsa, sound horeg ini disebutnya bisa mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), maupun hak cipta.

"Mereka ini bisa memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bisa di hak cipta, kemudian desain industrinya juga dapat," imbuhnya.

Terkait dengan pro dan kontra atas keberadaan sound horeg ini, Harris mengatakan jika pihaknya hanya berupaya memberikan perlindungan terhadap karya anak bangsa yang mencakup soal kreatifitas baik itu dari sistem, desaian, hingga komponen yang kerap dirancang sendiri.

"Siapapun tidak bisa melarang seseorang untuk memuwujudkan sebuah ide. Kita apresiasi kita arahkan yang terbaik. Sehingga masyarakat enak. Horegnya dapat tapi juga bisa enak ditelinga," jelasnya.

Rekomendasi