Unsoed Purwokerto Cetak Ratusan Pendamping Produk Halal, Perkuat Pengembangan Ekosistem Halal Nasional

Unsoed Purwokerto terus aktif dalam Pengembangan Ekosistem Halal di Indonesia melalui inovasi dan pelatihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Unsoed Purwokerto Cetak Ratusan Pendamping Produk Halal, Perkuat Pengembangan Ekosistem Halal Nasional
Unsoed Purwokerto terus aktif dalam Pengembangan Ekosistem Halal di Indonesia melalui inovasi dan pelatihan. Simak bagaimana peran Unsoed mencetak P3H kompeten! (Merdeka.com)

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, secara konsisten memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui berbagai inovasi serta program pelatihan yang berkelanjutan dan terstruktur. Komitmen Unsoed ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang kompeten di bidang jaminan produk halal.

Ketua Halal Center Unsoed, Prof. Poppy Arsil, menjelaskan bahwa pihaknya rutin menyelenggarakan pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Pelatihan ini krusial untuk mencetak individu yang mampu mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal. Dengan demikian, kolaborasi positif dapat terjalin untuk meningkatkan jumlah produk bersertifikat halal di pasar nasional.

Hingga saat ini, Halal Center Unsoed telah berhasil melahirkan sekitar 600 orang P3H yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan para P3H ini sangat vital dalam mendukung percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Mencetak Pendamping Halal Kompeten dan Berprestasi

Pelatihan P3H yang diselenggarakan Halal Center Unsoed dirancang untuk menghasilkan pendamping yang tidak hanya kompeten tetapi juga inovatif. Buktinya, dalam acara Semarak Festival Ekonomi Syariah (Selaras) Eks Keresidenan Banyumas 2025, dua P3H lulusan Unsoed meraih penghargaan. Mereka adalah Ibu Chatrin Anugrahanti STP sebagai P3H Terbaik dan Bapak Surasno sebagai P3H Terinovatif, sebuah pengakuan atas dedikasi dan metode pendampingan mereka.

Prof. Poppy Arsil berharap para pendamping yang telah dilatih dapat menjadi motivasi dan model positif. Mereka diharapkan mampu memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal. Ini sejalan dengan visi Unsoed untuk tidak hanya mencetak ahli, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat.

Selain P3H, Halal Center Unsoed juga memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang mengadakan pelatihan penyelia halal, auditor halal, serta juru sembelih halal. LPK HC Unsoed telah teregistrasi dan diakui oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Ini memastikan bahwa sertifikat kelulusan dari LPK Unsoed dapat digunakan untuk pendaftaran sertifikasi halal, baik sebagai penyelia maupun juru sembelih halal.

Peran Strategis Unsoed dalam Ekosistem Halal Nasional

Komitmen Unsoed dalam memperkuat ekosistem halal tidak berhenti pada pelatihan. Halal Center Unsoed juga tengah menjalani proses visitasi akreditasi untuk menjadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Langkah ini akan semakin memperkuat peran Unsoed dalam mendukung infrastruktur jaminan produk halal secara nasional, menyediakan layanan pemeriksaan yang kredibel.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed, Prof. Elly Tugiyanti, menegaskan bahwa Halal Center di bawah LPPM konsisten menjalankan pelatihan secara intensif dan terjadwal. Setiap pelatihan selalu menghadirkan inovasi, mendorong para pendamping untuk mengembangkan terobosan baru. Harapannya, akan lebih banyak inovasi yang muncul dari para lulusan.

Unsoed memiliki komitmen kuat untuk mendampingi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam mengembangkan produk halal. Pendampingan ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari edukasi awal hingga proses sertifikasi. Tujuannya adalah memastikan produk UMKM tidak hanya berkualitas tetapi juga memenuhi standar halal yang diakui secara nasional.

Inovasi dan Dampak Nyata Pendampingan Halal

Prestasi P3H Terinovatif yang diraih Surasno menunjukkan pendekatan personal, edukasi, dan kolaborasi yang efektif. Ia bekerja sama dengan sekolah, pemerintah desa, dan media massa untuk memperluas jangkauan pendampingan. Sosialisasi dan pelayanan sertifikasi halal dilakukan langsung di desa-desa, bahkan kegiatan yang diliput media turut mendorong pelaku usaha lain untuk berpartisipasi.

Hingga kini, Surasno telah berhasil mendampingi 281 pelaku usaha, mayoritas bergerak di bidang makanan dan minuman, termasuk rumah potong hewan, dan semuanya berhasil memperoleh sertifikat halal. Ini menunjukkan dampak nyata dari pendekatan yang inovatif dan proaktif di lapangan.

Sementara itu, Chatrin Anugrahanti STP, peraih penghargaan P3H Terbaik, fokus pada pendampingan langsung ke masyarakat hingga tingkat desa. Dalam kurun Januari hingga Agustus 2025, ia telah mendampingi hampir 500 pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperoleh sertifikat halal. Metode ini, yang disebutnya "langsung ke pintu-pintu melalui desa", sangat efektif menjangkau produsen pangan, minuman, hingga bahan baku seperti gula.

Chatrin berharap prestasinya ini dapat memotivasi P3H lain di Banyumas dan sekitarnya untuk terus berinovasi. Dengan memperluas jangkauan pendampingan, diharapkan semakin banyak produk usaha kecil yang tersertifikasi halal. Ini adalah langkah penting menuju Indonesia yang memiliki ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi