Meski Hujan Deras Melanda, Status Siaga Karhutla Banjarmasin Diperpanjang Hingga Akhir Agustus 2025: Ini Alasannya!

Pemerintah Kota Banjarmasin memperpanjang Status Siaga Karhutla Banjarmasin hingga akhir Agustus 2025, meskipun hujan deras kerap melanda. Mengapa keputusan ini diambil dan apa dampaknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Meski Hujan Deras Melanda, Status Siaga Karhutla Banjarmasin Diperpanjang Hingga Akhir Agustus 2025: Ini Alasannya!
Pemerintah Kota Banjarmasin tetap tingkatkan Waspada Karhutla Banjarmasin hingga akhir Agustus 2025 meski diguyur hujan, karena modifikasi cuaca dan puncak kemarau. Simak selengkapnya! (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah proaktif dengan memperpanjang status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir Agustus 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, pada Sabtu (24/8) di Banjarmasin.

Perpanjangan status ini dilakukan meskipun wilayah Banjarmasin dan sekitarnya kerap diguyur hujan deras dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Thamrin, bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau, sehingga kewaspadaan terhadap potensi karhutla harus tetap tinggi demi menjaga keselamatan warga dan lingkungan.

Thamrin menambahkan bahwa status siaga karhutla ini kemungkinan akan dilonggarkan pada September 2025, seiring dengan perkiraan meredanya musim kemarau. Namun, untuk saat ini, seluruh pihak diminta untuk tetap dalam kondisi siaga penuh menghadapi segala kemungkinan.

Musim Kemarau dan Strategi Modifikasi Cuaca

Husni Thamrin menjelaskan bahwa meskipun hujan sering turun, kondisi Agustus tetap dianggap sebagai puncak musim kemarau. Oleh karena itu, pemerintah kota merasa perlu untuk menjaga Status Siaga Karhutla Banjarmasin hingga akhir bulan ini demi memastikan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.

Hujan yang kerap melanda Banjarmasin belakangan ini, menurut Thamrin, merupakan hasil dari upaya modifikasi cuaca yang dikoordinasikan. Pemerintah provinsi, melalui BPBD Kalimantan Selatan, telah meminta bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan modifikasi cuaca selama musim kemarau ini.

Modifikasi cuaca ini terbukti efektif dalam mencegah karhutla, dengan curah hujan yang cukup signifikan. Thamrin menyebutkan bahwa hujan deras terjadi hingga 21 Agustus, kemudian berlanjut dengan intensitas sedang hingga 26 Agustus, yang secara signifikan membantu pencegahan karhutla.

Banjarmasin Aman dari Karhutla Berkat Kesiapsiagaan Optimal

Berkat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan yang optimal, wilayah hutan dan lahan di Kota Banjarmasin hingga saat ini tetap aman dari kebakaran. Husni Thamrin menegaskan bahwa tidak ada kejadian karhutla di dalam kota, bahkan di area sekitar yang berbatasan langsung.

BPBD Banjarmasin juga terus memantau wilayah sekitar kota untuk memastikan tidak ada ancaman karhutla yang merembet. Kesiapsiagaan ini mencakup pengerahan personel dan peralatan yang memadai jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu daerah tetangga yang mengalami karhutla.

Thamrin mencontohkan, pada tahun 2023, tim dari Banjarmasin turut membantu pemadaman karhutla yang cukup parah di area sekitar bandara di Kota Banjarbaru. Ini menunjukkan komitmen Banjarmasin dalam menjaga stabilitas dan keamanan dari ancaman karhutla di tingkat regional.

Peran Masyarakat dan Harapan Bebas Karhutla 2025

Kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi karhutla tahun ini dinilai sangat optimal, memberikan harapan besar bahwa tidak akan terjadi kebakaran hutan dan lahan berskala besar di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2025. Ini adalah hasil dari koordinasi yang baik antarlembaga dan strategi pencegahan yang matang.

Meskipun demikian, Husni Thamrin juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan secara sembarangan.

Karhutla adalah bencana yang dapat berdampak luas dan merugikan semua pihak. Dengan kewaspadaan bersama dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat, diharapkan Banjarmasin dan sekitarnya dapat terus terbebas dari ancaman karhutla di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi