Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, menyatakan bahwa perubahan status Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) adalah momentum penting. Transformasi ini diharapkan menjadi pendorong utama pengembangan pendidikan di wilayah Papua Barat. Hal ini disampaikannya saat peluncuran serta peletakan batu pertama pembangunan gedung baru UMPB di Manokwari, Papua Barat.
Menurut Prof. Dr. Fauzan, perubahan status ini bukan sekadar pergantian nama semata. Ini adalah transformasi menyeluruh dalam tata kelola, peran, dan tanggung jawab perguruan tinggi. Tujuannya adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi erat antara pihak pengelola UMPB dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama. Pihak kementerian juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam pengembangan universitas ini.
Advertisement
Advertisement
UMPB: Tonggak Baru Pendidikan dan Pembangunan Daerah
Prof. Dr. Fauzan menegaskan bahwa kehadiran Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata. Kontribusi ini mencakup pembangunan daerah secara keseluruhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Transformasi ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan lokal. UMPB diharapkan menjadi pusat keunggulan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas. Namun juga menjadi motor penggerak inovasi dan solusi bagi permasalahan di Papua Barat.
Kolaborasi menjadi inti dari pengembangan UMPB ke depan. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, UMPB dapat memaksimalkan potensinya. Ini akan memastikan bahwa setiap program dan inisiatif yang dijalankan berdampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Papua.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Program Studi dan Ketersediaan Dosen di UMPB
Rektor UMPB, Hawa Hasan, menjelaskan bahwa universitas ini telah membuka dua fakultas baru. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menaungi lima program studi, yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Teknologi Pendidikan. Ini memperkaya pilihan studi bagi calon mahasiswa.
Selain itu, Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) juga membuka empat program studi. Program studi tersebut meliputi Teknik Sipil, Informatika, Manajemen, serta Administrasi Kesehatan. Penambahan program studi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dan pembangunan di Papua Barat.
Untuk mendukung kegiatan perkuliahan, FKIP memiliki 32 dosen, sementara Fakultas Saintek didukung oleh 20 dosen. Meskipun sebagian besar tenaga pengajar saat ini masih berasal dari luar Papua, UMPB terus membuka peluang bagi dosen lokal. Rasio dosen dan mahasiswa sudah terpenuhi, memastikan kualitas pembelajaran.
Advertisement
Meskipun sempat tertunda karena masalah izin operasional, penerimaan mahasiswa baru di UMPB kini telah resmi dibuka. Sebanyak 1.665 mahasiswa baru tercatat telah mendaftar. Mereka akan segera mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB), menandai dimulainya babak baru pendidikan mereka.
Advertisement
Dukungan Pemerintah Daerah dan Dampak Sosial UMPB
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyambut baik kehadiran UMPB. Ia menyebut universitas ini sebagai aset penting yang akan memperluas akses pendidikan bagi putra-putri Papua. Transformasi ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM lokal.
Hermus Indou mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung keberadaan UMPB. Dukungan ini penting agar universitas dapat memberikan dampak nyata pada pengembangan SDM Papua Barat. Kehadiran UMPB diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih terdidik dan kompeten.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menambahkan bahwa UMPB bukan hanya institusi pendidikan. Universitas ini adalah simbol komitmen bersama untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. UMPB juga diharapkan menjadi sarana memperkuat persatuan.
Advertisement
Gubernur menegaskan bahwa UMPB hadir untuk menjembatani keberagaman suku, agama, dan budaya. Hal ini bertujuan menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan bersatu di Papua Barat. UMPB diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Sumber: AntaraNews