Gara-Gara Review Influencer, Terungkap Es Krim Varian Miras Mengandung 40% Alkohol Beredar di Surabaya

Diantara beberapa varian di dalamnya diklaim mengandung 40 persen alkohol dari sebuah miras bermerek.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Gara-Gara Review Influencer, Terungkap Es Krim Varian Miras Mengandung 40% Alkohol Beredar di Surabaya
Es Krim varian miras di Surabaya (merdeka)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Surabaya menyegel sebuah stan penjual ice cream yang disebut-sebut menjual ice cream dengan varian rasa minuman keras (miras). Hal itu terungkap setelah seorang influencer mereview dagangan stan tersebut.

Dalam review influencer, terlihat buku menu yang berisi 15 varian rasa ice cream yang dijual. Diantara beberapa varian di dalamnya diklaim mengandung 40 persen alkohol dari sebuah miras bermerek.

Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira mengatakan, dalam kegiatannya, petugas Satpol PP bersama Dinkopdag mendatangi penjual serta melakukan pengecekan di lokasi.

"Giat ini merupakan tindaklanjut instruksi pimpinan, terkait adanya penjualan ice cream yang mengandung alkohol tersebut. Kami lakukan pengecekan pada ice cream yang dipajang pada stan tersebut," kata Yudhis dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka com, Minggu (6/4).

Dari pengawasan tersebut, petugas mengamankan dua boks serta enam cup ice cream yang mengandung diduga mengandung alkohol tersebut.

"Kami amankan barang bukti untuk kami bawa ke kantor, selain itu kami juga mengamankan KTP pemilik stan," kata Yudhis.

Pemilik Dipanggil

Selanjutnya, Satpol PP memanggil pemilik guna dimintai keterangan, terkait dugaan penjualan ice cream mengandung alkohol sebesar 40 persen.

Selain mengamankan barang bukti, pada giatnya, petugas turut memasang stiker segel pada stan ice cream tersebut.

"Kami pasang stiker segel dan pol pp line pada stan tersebut. Tindakan ini kami lakukan, karena pemilik melanggar Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian," katanya.

Rekomendasi