Cerita Pedih Pemudik, Uang untuk Keluarga Dibegal di Tengah Jalan

Uang jutaan rupiah beserta handphone yang tersimpan dalam tas yang dibawanya raib dibawa para begal yang sudah membuntutinya.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Cerita Pedih Pemudik, Uang untuk Keluarga Dibegal di Tengah Jalan
Cerita Pedih Pemudik, Uang untuk Keluarga Dibegal di Tengah Jalan (Merdeka.com)

Inginnya hati berkumpul dengan keluarga untuk merayakan hari raya Idulfitri, sepulang merantau sirna sudah. Hasil jerih payah Dwi Nur Iman (24), warga Dusun Kandangan Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dirampok oleh sejumlah begal yang sudah mengincarnya sejak memasuki jalan Bypass Mojoagung, Jombang.

Akibatnya, uang Rp8 juta beserta handphone yang tersimpan dalam tas yang dibawanya raib dibawa para begal yang sudah membuntutinya.

Cerita pedih ini dialami Dwi pada Sabtu (29/3) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, pria yang baru saja mudik dari Malang, Jawa Timur itu mengendarai motor hendak pulang ke rumahnya. Dia lantas melintas di jalan Bypass lantaran merupakan jalan pintas yang paling cepat.

Dwi yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125, seorang diri itu mengaku, sebelum melintas di tempat kejadian perkara dirinya sempat mampir ke ATM (anjungan tunai mandiri) untuk mengambil sejumlah uang.

"Saya sempat mampir ke ATM Mojoagung ambil uang karena kehabisan uang," katanya.

Setelah dari ATM, korban yang bekerja di Plywood Kabupaten Malang itu melanjutkan perjalanan dan melewati bypass Mojoagung Jombang. Nah, di tengah perjalanan itu, Dwi merasa dibuntuti oleh sekelompok orang bermotor.

"Dibuntuti sama dua orang berboncengan dengan dua motor. Saya dipepet lalu saya turun dari sepeda karena berpikir itu orang tidak bener," ucapnya.

Begitu turun dari motor, Dwi langsung mengunci stang motor agar tidak diambil pelaku. Namun, apes justru tas selempang miliknya yang dirampas oleh para pelaku. Lantaran Dwi berusaha merebut lagi tas miliknya, pelaku langsung membacoknya.

"Saya berusaha ambil balik tas itu, akhirnya saya dibacok pelaku pakai sajam pisau panjang," ujarnya.

Dwi pun gagal merebut tas berisi uang lebaran Rp8 juta dan dua unit handphone di dalamnya. Dwi yang mengalami luka bacok pada telapak tangan kiri dan lecet pada kaki melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mojoagung Jombang. Setelah laporan, Dwi ke puskesmas setempat untuk menjalani perawatan medis.

"Pelaku berjumlah 6 orang dengan tiga motor PCX sama NMAX. Dua orang boncengan dua motor membuntuti dari belakang," ujarnya.

Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas membenarkan adanya laporan kejadian begal dengan korban seorang pemudik itu. Selain menggali keterangan saksi-saksi korban, pihaknya juga melakukan olah TKP serta mencari CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Jadi, memang benar adanya kejadian curas. Korban perjalanan saat pulang dari malang dibuntuti 2 motor lalu dirampas tas berisi uang tunai Rp8 juta dan HP dengan kerugian Rp11 jutaan," katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat terutama para pemudik untuk lebih berhati-hati dan waspada ketika berkendara pada malam hari di jalan sepi. Pemudik dapat berhenti di posko yang siaga untuk beristirahat atau meminta bantuan mengantarkan melewati jalanan yang dianggap rawan kejahatan.

"Kami imbau masyarakat pengguna jalan tetap waspada saat melewati jalan sepi, berhati hati dan mawas diri. Jika mendapati sesuatu yang mencurigakan untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian," ujar Yogas.

Peristiwa pembegalan di jalan Bypass Mojoagung ini sebenarnya bukan kali pertama. Cerita penduduk setempat, kawasan ini memang rawan begal dan sering kali juga dipakai sebagai trek balap liar. Kondisi jalan yang sepi dan di beberapa titik terkadang lampu jalan mati, dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan.

"Sebelumnya sudah ada dua kali dalam waktu yang tidak terlalu jauh dari peristiwa ini juga terjadi perampasan motor di kawasan Bypass. Korban rata-rata luka akibat kena bacok begal," ujar Joni, warga setempat.

Dia pun berharap, pihak Kepolisian mengintensifkan patroli di kawasan ini, lantaran jalan tersebut dianggap sangat rawan dengan kejahatan.

Rekomendasi