Wamentan soal Beras di Gudang Bulog Berkutu: Tak Sampai Ratusan Ribu Ton

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono buka suara soal beras yang mengalami kerusakan akibat kutu di gudang Bulog.

Muhammad Genantan Saputra
Wamentan soal Beras di Gudang Bulog Berkutu: Tak Sampai Ratusan Ribu Ton
Sejumlah pekerja tengah memindahkan persediaan beras di Gudang Beras Bulog Garut di Jalan Tarogong, Garut, Jawa Barat. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin) (@ 2024 merdeka.com)

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono buka suara soal beras yang mengalami kerusakan akibat kutu di gudang Bulog. Menurutnya, Bulog tengah mengecek kualitas beras secara menyeluruh sebelum mengambil langkah lebih lanjut.  

"Ya antisipasinya tentu saja kan dengan sirkulasi yang baik. Ini kan kita lagi cek di... Saya kan kebetulan juga Dewan Pengawas di Bulog, saya lagi cek ke sana, kita cek kualitasnya seperti apa. Kalau memang sudah rusak sekali ya tentu saja mungkin tidak kita kasih ke orang," ujar Sudaryono saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3). 

Sudaryono mengaku, perkiraan jumlah beras yang mengalami kerusakan akibat kutu tidak banyak. Meski demikian, pihaknya masih engecek lebih lanjut untuk mendapatkan angka pasti.  

Menteri Pertanian ini memastikan, jumlah beras yang rusak akibat kutu tidak akan mencapai ratusan ribu ton.

"Ya nggak sampai. Ton-tonan yang sampai ratusan ribu apa sih, nggak sampai lah. Kita lagi cek. Tapi tetap itu kan bernilai uang. Jangan sampai juga itu menjadi kerugian," ucapnya.

Ingatkan Agar Kualitas Beras Terjaga

Sudaryono melanjutkan, sirkulasi barang di gudang Bulog harus baik agar kualitas beras tetap terjaga. Sebab, Bulog memiliki fungsi sebagai penyimpan stok cadangan pangan dan sebagai penyeimbang harga di pasaran.

"Karena Bulog itu kan punya fungsi, satu sebagai stokis, sebagai penyimpan stok cadangan pangan negara, dan yang kedua kan penyimbang harga juga," katanya.

"Sehingga di saat panen raya sekarang kita banyak beli, nanti di saat nggak lagi banyak panen, berasnya lagi mau naik, selesai kita keluarkan berasnya," jelasnya.

Rekomendasi