Hujan es melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Selasa (11/3) sore. Hujan es ini sekitar pukul 15.00 WIB.
Warga Sleman, Bayu Eko mengatakan hujan es terjadi di sekitaran Godean, Kabupaten Sleman pukul 15.05 WIB. Saat itu dirinya sedang berada di rumah.
"Awalnya cuaca panas terus tiba-tiba mendung dan hujan deras. Sekitar jam 15.05 WIB dari dalam rumah saya dengar suara genteng kayak dilempar kerikil," kata Bayu.
"Saya lihat keluar ternyata ada hujan es. Hujan es seukuran kerikil-kerikil itu," sambung Bayu.
Hujan es ini juga dirasakan di kawasan UGM. Salah seorang karyawan UGM bidang Humas Astri menyebut hujan es terjadi di wilayah UGM sekitar pukul 15.15 WIB.
"Hujan es di UGM. Tadi ukurannya sekerikil-kerikil. Kejadiannya sekitar jam 15.15 WIB," ungkap Astri.
Dian Ayu, warga Jalan Kaliurang, Ngaglik, Kabupaten Sleman juga merasakan terjadinya hujan es. Hujan es ini diawali dengan guyuran hujan deras.
"Tadi panas terus tahu-tahu hujan deras. Tadi lagi di Jalan Kaliurang mau pulang ke rumah habis kerja. Berhenti di jalan karena hujan deras," ucap Dian.
"Saat berteduh ini tiba-tiba ada suara klotak-klotak kenceng. Setelah dicek ternyata hujan es. Ukurannya ya sekuku-kuku kelingking orang dewasalah," imbuh Dian.
Advertisement
Apa Penyebab Terjadinya Hujan Es?
Fenomena hujan es disebabkan adanya pola konveksi signifikan di atmosfer, yang berkaitan erat dengan keberadaan awan Cumulonimbus (Cb). Awan Cb ini merupakan awan yang sangat besar dan padat, mengandung butir air, butir air super dingin, serta partikel es.
Dalam kondisi tertentu, pergerakan udara naik yang kuat dapat menyebabkan uap air membeku menjadi partikel es yang kemudian jatuh ke bumi.Proses terjadinya hujan es dapat dijelaskan melalui mekanisme yang kompleks di dalam atmosfer. Ketika pergerakan udara naik (updrafts) yang kuat membawa uap air ke ketinggian di mana suhu sangat dingin, uap air ini mengalami pembekuan.
Partikel es yang terbentuk kemudian bercampur dengan air super dingin dan teraduk oleh aliran udara naik dan turun (updrafts dan downdrafts), yang menyebabkan butiran es semakin membesar. Ketika butiran es ini tidak dapat lagi diangkat oleh aliran udara naik, mereka jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es.
Selain itu, lapisan pembekuan yang lebih rendah dari normal (lower freezing level) juga berperan penting dalam proses ini. Perbedaan utama antara hujan es dan hujan biasa terletak pada proses pembentukan dan kondisi atmosfer yang menyertainya. Hujan biasa terjadi ketika tetesan air cair jatuh dari awan dalam kondisi suhu udara yang cukup hangat, sedangkan hujan es melibatkan pembekuan air di dalam awan menjadi es sebelum akhirnya jatuh ke bumi.
Advertisement
Awal Cumulonimbus Sering Dikaitkan Cuaca Ekstrem
Awan Cumulonimbus (Cb) merupakan salah satu jenis awan yang paling sering dikaitkan dengan fenomena cuaca ekstrem, termasuk hujan es.
Awan ini dapat menjulang tinggi hingga mencapai ketinggian di mana suhu dapat mencapai -60 derajat Celsius. Di dalam awan ini, terdapat proses konveksi yang sangat kuat, yang memungkinkan terjadinya pembentukan partikel es.
Ketika awan Cb cukup tinggi dan suhu di permukaan bumi lebih hangat, kristal es yang terbentuk dapat mencair menjadi hujan air biasa sebelum mencapai tanah.Namun, jika ketinggian awan lebih rendah, kristal es akan jatuh sebagai hujan es.
Ukuran butiran es dalam hujan es juga jauh lebih besar dibandingkan dengan tetesan air hujan biasa, berkisar antara 5 mm hingga 15 cm atau bahkan lebih besar. Hal ini menjadikan hujan es sebagai fenomena yang sangat menarik untuk diamati.
Advertisement
Perbedaan Hujan Es dan Hujan Biasa
Secara umum, hujan es dan hujan biasa memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal proses pembentukan. Hujan biasa terjadi ketika tetesan air cair jatuh dari awan dalam kondisi suhu udara yang cukup hangat, sedangkan hujan es melibatkan pembekuan air di dalam awan menjadi es. Proses ini terjadi di awan Cumulonimbus yang menjulang tinggi, di mana suhu di puncak awan bisa sangat rendah.
Hujan es biasanya disertai dengan fenomena cuaca ekstrem lainnya seperti hujan deras, petir, dan angin kencang. Sementara itu, hujan biasa dapat terjadi dalam berbagai kondisi cuaca tanpa disertai fenomena ekstrem. Oleh karena itu, pemahaman mengenai hujan es sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan cuaca ekstrem.
Dengan memahami penyebab dan karakteristik hujan es, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi fenomena cuaca yang mungkin terjadi di masa mendatang.