Cari Jodoh, Ribuan Jomblo Bakal Hadir di Masjid Sheikh Zayed Solo untuk Ta'aruf

Sejak dibuka pendaftaran beberapa hari lalu, hingga penutupan hari ini, jumlah pendaftar sudah mencapai 1.200 lebih.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Cari Jodoh, Ribuan Jomblo Bakal Hadir di Masjid Sheikh Zayed Solo untuk Ta'aruf
Masjid Sheikh Zayed Solo (Istimewa)

Ribuan warga yang berstatus belum memiliki pasangan hidup alias jomblo, akan mendatangi Masjid  Raya Sheikh Zayed Solo, 8-9 Maret 2024. Mereka akan mencari pasangan dengan cara taaruf sesuai syariat Islam di ajang 'Golek Garwo'.

Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat mengatakan, sejak dibuka pendaftaran beberapa hari lalu, hingga penutupan hari ini, jumlah pendaftar sudah mencapai 1.200 lebih.

"1.200 itu jumlah yang menyanggupi hadir. Jadi ada absensi daftar dan ada absensi siap hadir," ujar Munajat, Rabu, (5/3).

Lanjut dia, para peserta  akan diberikan undangan pada tanggal 8 atau tanggal 9 Maret. Peserta akan dibagi dalam dua hari kedatangan, atau dibagi dua. Pihaknya juga masih memberikan kesempatan para peserta untuk melengkapi data maupun syarat administrasi bagi belum lengkap.

"Peserta masih diberikan kesempatan untuk melengkapi hingga hari H tanggal 8 Maret 2025," katanya.

Dikatakan Munajat, tidak banyak peserta yang belum melengkapi data. Pihaknya menganggap tidak serius bagi peserta yang tidak melengkapi data.

“Enggak banyak kok, kalau enggak lengkap kita anggap tidak serius. Kalau enggak melengkapi data ya enggak bisa masuk area ta'aruf. Inikan urusan serius," tegas Munajat.

Salah satu syarat kelengkapan dimaksud adalah surat pernyataan menjaga kerahasiaan data diri. Kemudian KTP ataupun kartu keluarga (KK) .

"Misalnya kalau single juga harus dibuktikan. Kita menghindari jangan sampai yang serius dipermainkan. Setelah adminnya lengkap nanti baru boleh ketemu. Nanti kita kasih tanda yang lengkap untuk mengukur keseriusan," sambungnya.

Setelah data maupun syarat administrasi dinyatakan lengkap, lanjut dia, panitia akan membantu mencocokkan atau pengelompokkan.

"Ini checking kelengkapan administrasi, checking data sama pengelompokan. Nanti kita membantu, setiap orangkan punya preferensi. Misalnya cari yang umur 30, cari umur 40. Itukan matching secara umur satu potensi diutamakan yang tumbu ketemu tutup. Yang satu ketemu tumbu yang satu nyari tutup itu disatukan," pungkasnya. 

Rekomendasi