FOTO: Distribusi Pupuk Subsidi ke Petani Mulai Lancar
Distribusi pupuk subsidi kepada petani pada 2025 berjalan lancar. Hal ini turut dinikmati petani di Desa Iwul, Bogor.
Distribusi pupuk subsidi kepada petani pada 2025 berjalan lancar. Hal ini turut dinikmati petani di Desa Iwul, Bogor.
Saat ditemui pada Senin (24/2/2025), petani mengungkapkan mereka kini dapat menebus pupuk subsidi tanpa kendala. Mereka mengaku bahwa penyaluran subsidi mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu.
Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing dua kwintal jenis pupuk urea dan ponska. Petani bisa menebus pupuk tersebut dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim.
Selain itu, penebusan pupuk lebih cepat dengan sistem I-Pubers. Dengan sistem ini, petani mendapatkan pupuk tepat waktu dan transparan.
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki
Petani menaburkan pupuk phonska pada tanaman padi huma di Desa Iwul, Bogor, Senin (24/02/2025). Distribusi pupuk subsidi kepada petani mulai lancar sejak akhir tahun 2024 lalu. Setiap anggota kelompok tani mendapatkan jatah masing-masing 2 kwintal jenis pupuk urea dan ponska dengan harga Rp150 ribu per 50 kilogram ditambah ongkos kirim. ©Merdeka.com/Arie Basuki