FOTO: Penampakan Karangan Bunga Berisi Kalimat 'Perlawanan' Hiasi Kantor Mendiktisaintek Satryo Soemantri

Mendiktisaintek Satryo Soemantri disebut bersikap semena-mena kepada pekerjanya. Salah satu korban mengungkapkan dirinya dipecat Menteri Satryo via WhatsApp.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
FOTO: Penampakan Karangan Bunga Berisi Kalimat 'Perlawanan' Hiasi Kantor Mendiktisaintek Satryo Soemantri
Karangan bunga berisi kalimat perlawanan untuk Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sebelumnya dipajang di halaman Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). (©Merdeka.com/Rahmat Baihaqi)

Sejumlah karangan bunga sempat menghiasi halaman Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Senin (20/1). Karangan bunga tersebut berisi kalimat perlawanan aparatur sipil negara (ASN) terhadap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang dianggap semena-mena.

"Turut berduka cita atas matinya nurani dan welas asih menteri kami," bunyi salah satu tulisan dalam karangan bunga.

Lalu, ada pula kalimat: "Berdiri bersama hari ini untuk Dikti yang lebih baik" dan "Berlaku bijak pada karyawan sebelum mencitrakan bijak di keramaian".

Tak hanya memajang karangan bunga, ratusan ASN juga menggelar demo di depan lobi utama kantor kementerian.

Aksi demo tersebut dilatarbelakangi sikap Mendiktisaintek Satryo Soemantri yang disebut semena-mena terhadap pekerjanya. Salah satu pegawai yang menjadi korbannya adalah Prahum Ahli Muda & Pj. Rumah Tangga Kemendiktisaintek, Neni Herlina. Dia mengaku dipecat melalui WhatsApp.

'Saya pecat kamu’. Kayak gitu bunyinya," kata Neni seusai demo, pada Senin (20/1).

Neni tidak salah membaca. Kebijakan pemecatan benar-benar dilakukan via WhatsApp. Padahal sudah 24 tahun dia bekerja di sana dan semua berjalan dengan baik. "Iya tidak ada surat," ucap Neni.

Usai membaca pesan itu, Neni memilih bekerja seperti biasa. Atasan juga menyuruhnya tetap bekerja seperti biasa. Sejak ada perubahan nomenklatur, tugasnya memang bertambah. Namun Neni tetap berusaha melaksankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 17 januari 2025, Neni tiba-tiba dipanggil untuk menghadap pimpinannya Dia diminta menghadap ke lantai 8. Neni tersentak tiba-tiba sang menteri ikut masuk ke ruangan. Saat itu juga, sang menteri mengusir Neni keluar ruangan di hadapan semua orang.

"Dengan tidak, ya tidak etis ya seperti itu, membentak saya, menyuruh saya keluar di hadapan anak-anak magang, di depan staf saya jadi memang sudah di luar logika lah," ujar dia.

"Saya kaget juga beliau datang tanpa sengaja hanya untuk usir," timpalnya lagi.

Neni mengingat kembali kesalahan apa yang telah dilakukannya sehingga membuat sang menteri marah dan memecatnya. Salah satunya saat diminta memasang jaringan internet di rumah dinas. Neni kena omel sang menteri karena dinilai lamban bekerja.

Karangan bunga untuk protes Mendiktisaintek Satryo Soemantri
Karangan bunga berisi kalimat perlawanan untuk Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sebelumnya dipajang di halaman Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). ©Merdeka.com/Rahmat Baihaqi
Karangan bunga untuk protes Mendiktisaintek Satryo Soemantri
Karangan bunga berisi kalimat perlawanan untuk Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sebelumnya dipajang di halaman Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). ©Merdeka.com/Rahmat Baihaqi
Karangan bunga untuk protes Mendiktisaintek Satryo Soemantri
Karangan bunga berisi kalimat perlawanan untuk Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sebelumnya dipajang di halaman Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). ©Merdeka.com/Rahmat Baihaqi
Karangan bunga untuk protes Mendiktisaintek Satryo Soemantri
Karangan bunga berisi kalimat perlawanan untuk Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sebelumnya dipajang di halaman Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (20/1/2025). ©Merdeka.com/Rahmat Baihaqi
Rekomendasi