Keberadaan sekolah vokasi ditujukan untuk fokus pada praktik kerja dalam menunjang keahlian di bidang tertentu. Dengan begitu, diharapkan bekal pendidikan tersebut dapat memudahkan generasi muda dalam berkarir.
Di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), puluhan pelajar sekolah vokasi pertanian SMK PP Negeri Sembawa Kementerian Pertanian yang baru lulus, diketahui sudah memiliki penghasilan sendiri.
Kepala SMKPP Negeri Sembawa Yudi Astoni merinci, dari 150 lulusan, delapan orang diterima bekerja di industri dan dunia kerja. Selain itu, lulusan juga diterima di perguruan tinggi Negeri Melalui Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes sebanyak 14 orang, Jalur Undangan, Prestasi Akademik dan umum di Polbangtan dan PEPI sebanyak 24 orang.
"Selain bekerja di industri, dunia kerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi, hal yang paling membanggakan ialah, 28 orang lulusan sudah mampu mempunyai penghasilan sendiri, menjadi petani pengusaha milenial dari program penumbuhan wirausaha muda pertanian (PWMP) dari Kementerian Pertanian dengan berbagai komoditi usaha," kata Yudi kepada wartawan, Jumat (23/6).
Yudi menyampaikan pada laporannya pada tahun ini, 150 lulusan berasal dari empat program keahlian yaitu agribisnis tanaman pangan dan hortikultura berjumlah 31 orang, agribisnis tanaman perkebunan 61 orang, agribisnis ternak unggas 29 orang, serta agribisnis pengolahan hasil pertanian 29 orang.
"Dari 150 orang lulusan tahun ini telah dilakukan asesmen untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian," ujar Yudi
Setelah diadakan asesmen, semua peserta dinyatakan kompeten 100 Persen, dengan enam skema yang diujikan mandor pemeliharaan tanaman kelapa sawit 32 orang, mandor pemeliharaan tanaman kelapa sawit 29 orang, pembudidaya tanaman sayuran 31 orang, operator kesehatan unggas atau vaksinator 19 orang, operator unggas pedaging 10 orang, pembuat selai buah 29 orang.
"Pencapaian yang sudah kalian raih saat ini merupakan langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi, baik yang akan bekerja (job seeker), menjadi wirausaha (job creator) maupun yang akan melanjutkan pendidikan tinggi," tambah Yudi.
Hal ini sejalan dengan program Kementan melalui BPPSDMP yang gencar memfasilitasi dan menarik minat para pemuda untuk terjun berusaha di bidang pertanian, dengan mencanangkan program cetak 2,5 juta petani milenial.
"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren dan hebat," ucap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, SDM yang unggul adalah kunci untuk menjadi negara maju.
"Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantapan Pendidikan vokasi pertanian, mencetak lulusan yang berkualitas baik sebagai job seeker, job creator maupun pengusaha pertanian milenial." tambah Dedi.
Sekretaris Badan PPSDMP Siti Munifah yang hadir dalam kegiatan pengukuhan ini menyampaikan, sekolah vokasi dituntut untuk menciptakan hasil sesuai kualitas pekerjaan dan pencari kerja.
"Di mana mengarah pada petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian," sebut Siti Munifah.
Sedangkan Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin Slamet Somosentono berharap, bahwa generasi di bidang pertanian yang memiliki bekal ilmu akan turut serta dalam memajukan dunia pertanian.
"Kabupaten Banyuasin memiliki luasan 12.262,756 km persegi, hampir semua area di bidang pertanian, Saya merasa bangga kabupaten Banyuasin memiliki SMK PP Negeri Sembawa yang bergerak di bidang pertanian, ini sejalan dengan program kabupaten Banyuasin dalam mendukung lumbung pangan nasional," tandas Slamet.