Kapolri ke Anak Buah: Berlomba Kebaikan, Tinggalkan Zona Nyaman dan Tidak Antikritik

Sebab menurut Sigit, perkembangan teknologi seperti media sosial mempermudah masyarakat mengakses informasi termasuk gerak-gerik personel polisi.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kapolri ke Anak Buah: Berlomba Kebaikan, Tinggalkan Zona Nyaman dan Tidak Antikritik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Distribusi Bansos Polisi di Hari Bhayangkara ke-77. ©2023 Merdeka.com/Imam Buhori

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan anak buah berlomba-lomba melakukan perbuatan baik dan berprestasi menghadapi fenomena media sosial. Sebab menurut Sigit, perkembangan teknologi seperti media sosial mempermudah masyarakat mengakses informasi termasuk gerak-gerik personel polisi.

"Sehingga tentunya yang harus kalian lakukan adalah bahwa tidak ada lagi ruang ataupun tempat untuk bersembunyi, sehingga satu-satunya yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi fenomena ini adalah bagaimana kalian berlomba-lomba untuk melakukan perbuatan baik, melakukan prestasi-prestasi," kata Sigit dalam acara Upacara Wisuda S1 hingga S3 Lemdiklat Polri, Rabu (21/6).

Sigit mengatakan, perbuatan baik yang dilakukan para polisi akan memunculkan fenomena positif bahkan bisa mengangkat nama baik Korps Bhayangkara.

Oleh karena itu, selain berlomba melakukan kebaikan, jenderal bintang empat ini juga meminta anggotanya mengikuti perkembangan zaman termasuk media sosial. Sehingga, nantinya bisa dapat disesuaikan dengan perkembangan tersebut.

Tinggalkan Zona Nyaman

Selain itu, mantan Kabareskrim Polri ini juga memerintahkan anggotanya untuk meninggalkan zona nyaman. Hak ini agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman.

"Kita harus segera meninggalkan zona nyaman, karena memang masyarakat sudah jauh berubah. Jadi pada saat kalian tidak bisa berubah, maka kalian yang akan tergulung oleh situasi. Satu-satunya ya kalian juga harus berubah meninggalkan zona nyaman," tegas dia.

Tak hanya itu, mantan Kadiv Propam Polri ini juga ingin anak buahnya untuk bisa menjadi pendengar yang baik terhadap masyarakat. Karena, Polri dibentuk dan dididik untuk menjadi pelayan publik.

"Kita harus mulai berubah, membuka diri, tidak antikritik. Karena kalau kita antikritik, maka kita juga akan menjadi organisasi yang tertinggal. Sehingga, kritik menjadi bagian dari kita untuk terus berbenah menjadi organisasi modern yang bisa mengikuti perubahan dan keinginan yang diinginkan masyarakat," ujar dia.

"Sehingga, hal-hal ini akhirnya harus siap rekan-rekan hadapi setelah 1,5 tahun ini rekan-rekan mengikuti pendidikan," pungkasnya.

Rekomendasi