Keceriaan tampak dari raut wajah anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Mereka antusias mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
O2SN adalah program peningkatan pelayanan mutu pendidikan yang telah menjadi salah satu dari delapan arah kebijakan RKP 2024 demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dalam lomba yang melibatkan seluruh SLB di daerah tersebut, siswa-siswa telah meraih berbagai hadiah dan beasiswa softskill yang diberikan oleh Center Of Disability Indonesia (CODI).
Lomba ini menjadi ajang kompetisi bagi siswa-siswa SLB dalam berbagai bidang. Seperti akademik, seni, olahraga, dan keterampilan interpersonal.
Lomba ini dihadiri oleh ratusan siswa disabilitas dari berbagai sekolah di Kabupaten Bandung Barat menunjukkan dedikasi, semangat, dan keterampilan dalam mengikuti setiap tantangan yang dihadapi.
Kepala SLBN Kabupaten Bandung Barat, Handaya Djaenudin, mengaku bangga terhadap prestasi siswa SLB dalam lomba ini. Dia mengapresiasi kontribusi luar biasa yang diberikan oleh CODI dalam mendukung pendidikan inklusif di daerah tersebut.
Advertisement
Handaya menyatakan, CODI telah memberikan kontribusi penting dalam mendukung pendidikan inklusif di Kabupaten Bandung Barat. Meningkatnya mutu pendidikan juga berarti semua anak memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan berhasil dalam kehidupan.
"Keterbatasan yang dimiliki penyandang disabilitas tidak seharusnya menghalangi mereka untuk menjadi bagian dari berkembangnya ekonomi Indonesia," ujar Handaya dikutip Senin (19/6).
Perwakilan CODI, Ilham Baladraf, menjelaskan, komitmen pihaknya untuk memberikan dukungan dan peluang bagi siswa-siswi disabilitas dalam mengembangkan softskill dan hardskill. Demi menjembatani kesempatan masuk ke dunia kerja.
CODI memberikan beasiswa softskill kepada para pemenang lomba, yang mencakup pelatihan keterampilan komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, dan berbagai keterampilan lain yang relevan untuk memasuki dunia kerja.
Advertisement
Keberhasilan lomba ini menjadi bukti nyata bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa, termasuk siswa-siswi dengan disabilitas.
"Dalam suasana kompetisi yang inklusif, mereka merasa diperhatikan, dihargai, dan didorong untuk mencapai yang terbaik," katanya.
Dia berharap, kerjasama antara sekolah dan CODI akan terus berkembang untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada siswa-siswi SLB di masa depan.
Dalam menjalankan misi mereka, CODI terus berkomitmen untuk memberikan kesempatan setara bagi siswa-siswi SLB dalam mengembangkan potensi mereka.
Melalui program beasiswa softskill ini, CODI membuka pintu bagi siswa-siswi SLB untuk belajar dan meningkatkan keterampilan yang relevan. Sehingga mereka dapat siap menghadapi dunia kerja di masa depan.