Sebanyak 462 Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi daerah kerja Madinah, hari ini, Minggu (18/6) akan bergerak ke Makkah Al Mukarramah. Mereka akan ditempatkan di Mina saat puncak haji.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daker Madinah Adi Wicaksono mengingatkan kembali tentang tanggung jawab para petugas Daker Madinah pada saat masya'ir di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
"Kita sebagai leading sector di Mina. Pada hari H pada saat setelah Arafah, melontar jumrah aqobah, di situ 80 persen jemaah tersasar ataupun tidak bisa pulang ke tendanya. Tugas kita semua ini yang ada di sini yang akan mengarahkan ke tendanya," papar Adi saat memberi arahan dalam apel pagi, di Daker Madinah, Minggu.
Adi meminta para petugas Daker Madinah mempelajari kembali peta tenda-tenda jemaah haji Indonesia Mina. Dengan begitu, ketika menangani jemaah tersasar, petugas dapat dengan sigap mengantarkan ke tenda tempat mereka bermalam.
Lebih lanjut, Adi menekankan, sebelum pelaksanaan puncak haji, petugas Daker Madinah tidak hanya berpangku tangan di Makkah. Mereka diperbantukan untuk melayani jemaah di Makkah.
Saya ingatkan kembali ke Makkah tugas kita adalah sama, membina, melayani, melindungi, bukan rekreasi, bukan melihat rekan-rekan Makkah melaksanakan tugas. Kita tetap melaksanakan tugas di Makkah," tandas Adi.
Oleh sebab itu, para petugas Daker Madinah juga harus menguasai peta situasi di Masjidil Haram maupun perhotelan jemaah haji di Makkah.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar juga menekankan Mina sebagai titik krusial dalam penanganan jemaah. Para jemaah rawan tersasar maupun kelelahan saat melaksanakan prosesi lempar jumrah.
"Di masjid saja ada yang tersasar, apalagi nanti saat jamarat pasti banyak. Maka titik-titik sentral di Mina menjadi krusial untuk dijaga," kata Nizar saat acara doa bersama Daker Madinah jelang keberangkatan ke Makkah, Sabtu (17/6) malam.
Pemberangkatan petugas Daker Madinah dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama, sebanyak 337 petugas bertolak Dari Kantor Daker Madinah, hari ini.
Kemudian, gelombang kedua sebanyak 14 petugas bergeser ke Makkah pada Jumat (23/6). Terakhir, pada Sabtu (24/6), sebanyak 111 petugas. Total ada 462 petugas Daker Madinah yang dikerahkan ke Makkah.
Pergerakan petugas Daker Madinah ke Makkah dalam tiga gelombang tersebut karena penanganan jemaah di Madinah masih akan berlangsung hingga 23 Juni mendatang.
Para petugas yang tertunda ke Makkah melayani 20-an kloter jemaah haji kuota tambahan yang tiba melalui Madinah sampai dengan 23 Juni mendatang.
Pemerintah Arab Saudi menetapkan kloter-kloter kuota tambahan yang merupakan bagian dari gelombang kedua jemaah haji Indonesia untuk mendarat dan transit satu malam di Madinah. Hal itu karena lalu lintas penerbangan ke Jeddah terlampau padat.