Jemaah haji Indonesia akan berkumpul di Makkah jelang pelaksanaan wukuf pada 9 Zulhijjah. Ada 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia dan kondisi Makkah sangat padat. Selama tiga hari, layanan katering akan dihentikan sementara.
Untuk diketahui, selama di Tanah Suci, jemaah Indonesia total mendapatkan 66 kali makan selama berada di Makkah. Paket konsumsi itu dibagikan tiga kali sehari sejak awal kedatangan jemaah haji di Kota Kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Direktur Bina Haji Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, rata-rata layanan katering bagi jemaah selama tinggal di Makkah berlangsung dalam rentang 22 hari. Namun, ada fase di mana layanan katering jemaah di Makkah akan terpaksa dihentikan sementara.
"Menjelang dan setelah puncak haji, layanan katering di Makkah akan berhenti sementara. Tepatnya, pada 7 Zulhijjah serta 14 dan 15 Zulhijjah 1444 H," kata Arsad di Kantor Urusan Haji Indonesia, Madinah, Minggu (11/6).
Arsad menjelaskan, alasan penghentian sementara layanan katering pada tanggal-tanggal tersebut dikarenakan kondisi di Makkah sudah sangat padat. Kondisi itu membuat kemacetan parah dan tidak memungkinkan dilakukan proses distribusi makanan.
"Jangankan wilayah yang jauh, kawasan yang dekat hanya sekitar dua kilometer pun harus ditempuh dalam waktu lama. Kalau ada katering, kemungkinan akan terlambat sampai jemaah," ujarnya.
Advertisement
Membeli Makanan Sendiri
Jemaah dipersilakan membeli makanan dari warung-warung dan restoran yang berjualan di dekat hotel. Banyak juga mukimin yang menawarkan masakan Indonesia yang bisa menjadi pilihan.
Sementara pada fase puncak haji, 8 sampai 13 Zulhijjah, Arsad mengatakan, jemaah tetap mendapatkan layanan katering. Layanan itu diberikan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"PPIH telah bekerja sama dengan muassasah/masyariq untuk menyiapkan 16 kali layanan katering pada fase Armuzna," ujarnya.
Khusus untuk jemaah yang mengambil nafar awal, kembali ke Makkah pada 12 Zulhijjah, mereka juga belum mendapat layanan katering di hotelnya. Sebab, saat itu layanan katering masih dipusatkan di Mina.
"Layanan katering pada hotel di Makkah akan mulai diberikan kembali pada 16 Zulhijjah 1444 H. Layanan ini akan diberikan kepada jemaah yang belum habis paket kateringnya yang sebanyak 66 kali makan di Makkah," kata Arsad.