TNI mendeteksi keberadaan pelaku penyebar video hoaks Panglima TNI Laksamana Yudo Margono bersama ribuan prajurit mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Presiden 2024. Pengunggah video hoaks itu berasal dari akun channel YouTube Menara Istana.
"Area kemarin sudah terdeteksi," kata Kapuspen TNI Laksma Julius Widjojono saat dikonfirmasi, Rabu (24/5).
Kendati demikian, TNI memerlukan pendalaman untuk menelusuri pelaku. Karena, sejauh ini diduga pelaku penyebar atau pembuat video hoaks video tersebut berasal dari warga sipil.
"Mohon waktu pendalaman. (Pelaku diduga) dari Sipil," ujar Julius.
Advertisement
Akun Menara Istana Dipolisikan
Akun channel youtube Menara Istana yang sebarkan video hoaks Panglima TNI Yudo Margono bersama ribuan prajurit disebut mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Presiden 2024 dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut dibuat oleh kelompok Advokat Merdeka Pembela Rakyat (Ampera) pada Senin (22/5/2023), dan teregistrasi nomor LP/B/2803/V/2023/ SPKT/PoldaMetroJaya. Atas pihak pelapor adalah Hartono anggota (kelompok) Ampera.
"Namanya (akun youtube yang dilaporkan) Menara Istana, akun YouTube. Kita belum tahu (Pemiliknya)," kata Ketua Kelompok Ampera, Muhammad Mualimin kepada wartawan, ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/5).
Berbekal sejumlah bukti video hoaks yang disebarkan akun tersebut, Mualimin turut menjerat pemilik akun YouTube Menara Istana yang belum diketahui identitasnya dengan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.
Adapun, kata Mualimin, tujuan pihaknya melaporkan video hoaks tersebut. Karena merasa kasus ini merupakan pidana umum murni dengan dugaan penyebarnya adalah masyarakat sipil sehingga yang menangani adalah pihak kepolisian.
"Iya. Ini diniatkan supaya biarkanlah ini diproses oleh kepolisian karena ini kan pidana murni. Ini bukan kapal selam negara asing yang masuk ke Indonesia sehingga TNI yang turun tangan. Bukan begitu," kata dia.
"Ini hanya berita bohong. Jadi ini kewenangan kepolisian supaya nanti kepolisian yang menindak. Kalau seandainya kok pelakunya anggota TNI baru itu dilimpahkan ke Polisi Militer," tambah dia.
Sementara, Mualimin menjelaskan alasannya agar kasus ini ditangani pihak kepolisian. Karena, adanya kemungkinan pelaku adalah masyarakat sipil, sehingga mencegah adanya tindakan di luar hukum yang dilakukan TNI.
"Takutnya sebelum diserahkan ini takut nya ada tindakan tindakan yang di luar batas hukum sehingga mungkin keselamatan pelaku nya takutnya kan terancam. Jadi lebih baik biarkan polisi menggunakan kerangka penegakan hukumnya yang menangkap dan menindak," bebernya.
Advertisement
Identitas Pelaku Terlacak
Sebelumnya, Mabes TNI memastikan telah berhasil melacak dan mendeteksi pelaku pembuat dan penyebar video hoaks yang mencatut Panglima TNI Laksamana Yudo Margono bersama ribuan prajurit disebut mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Presiden 2024.
"Sudah di deteksi posisi alamatnya, dalam dekatnya. Pasti (akan ditindaklanjuti)," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksda Julius Widjojono saat dikonfirmasi, Kamis (18/5).
Kendati, Julius belum bisa menjelaskan apakah sudah dilakukan penangkapan atau belum. Namun yang jelas, kata Laksamana Bintang Dua ini, pelaku bakal diseret ke proses hukum.
"Proses hukum. Karen jelas-jelas melanggar UU ITE, sengaja dengan niat kuat yang bersangkutan," ucapnya.
Advertisement
Video hoaks
Beredar sebuah video yang menyebut bahwa Panglima TNI Laksamana Yudo Margono bersama ribuan prajurit disebut mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Presiden 2024.
Dalam thumbnail video terlihat Panglima TNI bersama Anies Baswedan sedang berfoto bersama dengan para prajurit TNI. Video tersebut berjudul:
"Di pimpin langsung panglima yudo Margono !! ribuan TNI resmi deklarasikan Anies presiden 2024."
Mabes TNI telah memastikan video yang menarasikan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono bersama ribuan prajurit deklarasi dukung Anies Baswedan sebagai Presiden 2024 adalah hoaks.
"Berita viral yang dimuat MI (Manara Istana) berdurasi delapan menit dan dua detik dengan judul “di pimpin langsung panglima yudo Margono !! ribuan TNI resmi deklarasikan Anies presiden 2024” adalah hoaks," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus, Aidil dalam keterangannya, dikutip Rabu (17/5).