3 Bulan Pilot Disandera KKB Papua, Direktur Susi Air: Belum Ada Info Terbaru

Pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus diupayakan Satuan Tugas Damai Cartenz. Direktur Susi Air Nadine Kaiser mengaku belum mendapatkan informasi terbaru terkait pilotnya itu.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
3 Bulan Pilot Disandera KKB Papua, Direktur Susi Air: Belum Ada Info Terbaru
Pilot Susi Air disandera KKB. ©2023 Merdeka.com

Pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus diupayakan Satuan Tugas Damai Cartenz. Direktur Susi Air Nadine Kaiser mengaku belum mendapatkan informasi terbaru terkait pilotnya itu.

"So far belum ada ini (informasi terbaru pembebasan pilot Susi Air)," ujarnya usai launching penerbangan perdana Susi Air rute Makassar-Masamba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin (22/5).

Meski belum mendapatkan informasi terbaru terkait proses pembebasan, Nadine berharap Philip Mark Mehrtens dalam kondisi sehat dan baik. Ia pun berharap agar Satgas Cartenz bisa segera membebaskannya.

"Kita harap yang terbaik untuk Philip dan bisa segera dibebaskan," kata putri pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti.

Sementara sang ibu, Susi Pudjiastuti mengaku sudah meminta bantuan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pembebasan Philip Mark Mehrtenz. "Sudah saya kirimkan (permintaan ke presiden)," ujarnya singkat.

Sebelumnya, Satgas Damai Cartenz saat ini masih terus mendalami lokasi penahanan pilot Susi Air di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Kasatgas Damai Cartenz Kombes Pol. Faizal Rahmadani mengatakan bahwa timnya masih terus mencari dan mendalami lokasi di Kabupaten Nduga, yang diduga tempat pilot Susi Air ditahan.

"Pencarian tidak saja dilakukan tim Satgas Damai Cartenz, tetapi juga anggota TNI, " kata Kombes Pol Faizal yang mengaku baru kembali dari Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, di Jayapura, Sabtu (20/5).

Hingga kini, kata dia, tim belum bisa memastikan lokasi pilot Philip yang berkebangsaan Selandia Baru ditahan. Diungkapkan pula bahwa sulitnya upaya pencarian itu disebabkan kondisi geografi wilayah yang harus benar-benar diperhitungkan, termasuk keberadaan KKB di wilayah itu.

Walaupun kondisi alam yang cukup sulit di samping adanya gangguan KKB, dia menegaskan bahwa hal itu tidak menyurutkan TNI/Polri untuk mencari dan membebaskan sandera.

Untuk menghindari aparat keamanan, KKB pimpinan Egianus Kogoya yang menawan pilot Susi Air sejak 7 Februari itu sering kali berpindah tempat.

"Mudah-mudahan kami segera menemukan dan membebaskan Pilot Philip Mark Mehrtens dari tangan KKB," kata mantan Direskrimum Polda Papua dilansir dari Antara.

Selain menawan Philip Mark Mehrtens, KKB juga membakar pesawat sesaat setelah mendarat di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga.

Selama tiga bulan lamanya, operasi penyelamatan Philip Mark Mehrtens belum membuahkan hasil. Kondisinya pun mulai menjadi perhatian.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut kalau kondisi Philip saat ini masih dapat dikatakan sehat berdasarkan data yang didapatkan pihaknya di lapangan. Namun dapat dimungkinkan, setelah disandera selama tiga bulan mulai mempengaruhi kondisi kesehatannya.

"Karena sudah 3 bulan di lingkungan hutan dan bersuhu dingin karena ketinggian, di samping sering berpindah tempat, sementara perjalanan harus melalui jalur gunung dan lembah," ucap Benny saat dikonfirmasi, Sabtu (13/5).

"Di samping asupan makanan, secara psikologis di bawah tekanan sebagai sandera kelompok kriminal bersenjata. Kami menduga kesehatan akan semakin menurun," sambungnya.

Pihaknya saat ini, dikatakan Benny sudah melakukan pencarian di sejumlah lokasi. Namun dirinya enggan mengatakan secara secara jelas di mana lokasinya, karena dikhawatirkan membahayakan Philip.

"Informasi yang bisa saya sampaikan adalah upaya pencarian pilot Susi Air yang disandera dilakukan di empat kabupaten di Nduga, Yahukimo, Lany Jaya dan Puncak," ungkapnya.

Rekomendasi