Bicara Keteladanan Jenderal Hoegeng, Arsul Sani Ungkap Masih Banyak Polisi Baik

Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komisi III DPR RI, Arul Sani menilai bahwa tidak semua anggota Polri itu berkelakuan tidak baik. Menurut dia, masih ada anggota Korps Bhayangkara yang baik serta menegakkan nilai-nilai keadilan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bicara Keteladanan Jenderal Hoegeng, Arsul Sani Ungkap Masih Banyak Polisi Baik
Diskusi Polri Keteladanan Melintasi Zaman. Alya Nurfakhira Zahra

Kinerja Polri seringkali dipandang sebelah mata sebagian masyarakat. Pandangan negatif itu buntut kasus viral yang melibatkan kinerja anggota Polri.

Meski begitu, Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komisi III DPR RI, Arul Sani menilai bahwa tidak semua anggota Polri itu berkelakuan tidak baik. Menurut dia, masih ada anggota Korps Bhayangkara yang baik serta menegakkan nilai-nilai keadilan.

"Dari kunjungan saya ke sejumlah daerah dan dari usulan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota Polri yang baik itu jauh lebih banyak," kata Arsul Sani dalam Dialog Publik 'Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman' yang diselenggarakan Divisi Humas Mabes Polri, di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/5).

Arsul turut menambahkan, dari 450 ribu anggota Polri, hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum. Jumlah itu menurut politisi PPP tersebut sangat minim.

"Yang penegakan hukum itu jumlahnya sedikit dibanding yang lain, tapi yang tidak baik itu ada di sini dan mempengaruhi pandangan masyarakat," tukasnya.

Selain sebagai penegak hukum, Arsul menjelaskan bahwa tugas lain anggota Polri adalah memelihara dan menertibkan keamanan. Di sinilah, seorang polisi harus bisa bertransformasi menjadi lebih baik.

Dia khawatir jika tidak bertransformasi dengan baik maka peran polisi akan berpindah tangan ke instansi lain.

Integritas Polisi Perlu Ditingkatkan

Di sisi lain, anggota Kompolnas Poengky Indarti menentang jika tupoksi polisi diambil alih instansi lain. Sebab, reformasi struktural Polri sudah selesai dengan menempatkan Polri di bawah Presiden.

"Jadi jangan mengkhianati reformasi dengan berpikir mengubah tupoksi Polri," tegas Poenky.

Menurutnya dibandingkan instansi lain, reformasi Polri lebih terukur, terbuka, dan mau menerima pandangan masyarakat.

Namun di sisi lain dia juga sepakat bahwa integritas anggota Polri perlu ditingkatkan, kehumanisan, serta kepedulian terhadap nilai-nilai HAM (Hak Asasi Manusia) yang berlaku. Guna mewujudkan seorang Polri yang berlaku baik dalam pandangan masyarakat.

Reporter Magang: Alya Nurfakhira Zahra

Rekomendasi