Sandera 4 Pekerja Proyek BTS Kominfo, KKB Papua Minta Tebusan Rp500 Juta

Empat pekerja yang disandera, yaitu Asmar dan Fery karyawan PT Inti Bangun Sejahtera (IBS), Peas Kulka (staf Distrik Okbab) dan Senus Lepitalem Distrik Borme.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Sandera 4 Pekerja Proyek BTS Kominfo, KKB Papua Minta Tebusan Rp500 Juta
Bosan di Hutan, Segerombolan KKB Papua Turun Gunung Bersenjata Kembali Ke NKRI. Youtube Ikhlas. ©2023 Merdeka.com

Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) meminta tebusan Rp500 juta usai menyandera empat pekerja pembangunan base transceiver station (BTS) di Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Penyanderaan dilakukan sejak Jumat (12/5) kemarin.

"Memang benar KKB yang menyandera para pekerja pembangunan tower BTS di Okbab itu meminta uang tembusan Rp500 juta sebagai syarat untuk membebaskan para sandera," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Prabowo, Sabtu (13/5).

Empat pekerja yang disandera, yaitu Asmar dan Fery karyawan PT Inti Bangun Sejahtera (IBS), Peas Kulka (staf Distrik Okbab) dan Senus Lepitalem Distrik Borme. Menurut Benny, Asmar dan Fery mengalami luka-luka.

Kronologi Penyanderaan

Benny menjelaskan awal mula terjadinya penyanderaan. Dari laporan yang diterima, enam pekerja BTS didampingi Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pegunungan Bintang Alverus Sanuari berangkat dari Oksibil menuju Distrik Okbab menggunakan pesawat Elang Air.

Setibanya di Lapangan Terbang Okbab, tiba-tiba didatangi anggota KKB yang membawa senjata tajam dan melakukan kekerasan terhadap tiga orang pekerja.

Dua orang yang terluka adalah Alverus Sanuari dan Benyamin Sembiring. Mereka dibebaskan bersama Kadis Infokom, kemudian kembali ke Oksibil untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

"Berbagai upaya saat ini untuk membebaskan keempat sandera," kata Benny, dilansir dari Antara.

Rekomendasi