Meningkatkan Literasi di Pulau Terluar, Upaya Indonesia Wujudkan SDM Unggul

Kehadiran Gedung Layanan Perpustakaan ini bentuk perwujudan program Presiden Joko Widodo untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Yaitu dengan memfasilitasi masyarakatnya dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan literasi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Meningkatkan Literasi di Pulau Terluar, Upaya Indonesia Wujudkan SDM Unggul
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando. ©2023 Merdeka.com/Istimewa

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando bersama Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Evangelian Sasingen meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Evangelian mengatakan dari 47 pulau di Kabupaten Kepulauan Sitaro, saat ini baru ada 10 pulau yang dihuni. Kehadiran Gedung Layanan Perpustakaan ini bentuk perwujudan program Presiden Joko Widodo untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Yaitu dengan memfasilitasi masyarakatnya dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan literasi.

Dia mewajibkan anak-anak sekolah untuk berkunjung ke perpustakaan. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar di sekolah tetapi juga di perpustakaan untuk membentuk kebersamaan dan dapat saling berbagi pengetahuan.

Selain itu, dia juga membentuk sebuah program yang mewajibkan seluruh pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk membawa satu buku bacaan usai melakukan perjalanan dinas luar dan memberikannya ke perpustakaan sebagai aset.

“Program ini mewajibkan setiap yang keluar daerah untuk membawa pulang buku sebagai oleh-oleh. Kelak buku-buku tersebut dapat membawa manfaat dan dipelajari oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan,” jelasnya. Seperti dilansir dari Antara, Jumat (12/5)

Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2021 Bidang Pendidikan Subbidang Perpustakaan senilai Rp 10 miliar.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menjelaskan hak itu sejalan dengan filosofi pendidikan yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Program tersebut memiliki arti dalam memberikan ruang kepada perpustakaan untuk dapat memberikan pembelajaran jauh lebih luas daripada hanya di ruang kelas.

"Ini sebuah tantangan yang kita hadapi untuk bagaimana memfasilitasi masyarakat dengan bahan bacaan di perpustakaan sebagai ruang belajar terbuka," ucapnya.

Peresmian gedung ini dirangkaikan dengan Talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) untuk Kesejahteraan.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menyampaikan peresmian gedung layanan perpustakaan daerah tersebut merupakan upaya pemerintah dalam membangun aksesibilitas layanan perpustakaan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi dan ilmu pengetahuan.

"Kemampuan seseorang akan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat utama agar seluruh transformasi kehidupan masyarakat bisa menjadi lebih baik, untuk itu gedung fisik perpustakaan tetap dibutuhkan," terang Adin.

Rekomendasi