Jokowi Ungkap Ada Aksi Baku Tembak saat Tim ASEAN Kirim Bantuan ke Myanmar

Namun, kata Jokowi, komitmen Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Myanmar tak akan surut. Dirinya mengajak semua pihak berdialog bersama untuk mencari solusi.

Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Ungkap Ada Aksi Baku Tembak saat Tim ASEAN Kirim Bantuan ke Myanmar
Jokowi. Instagram: @jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai konflik Myanmar yang sangat kompleks. Sebagai Ketua Asean, Indonesia mendorong agar lima poin konsensus untuk Myanmar diimplementasikan.

Lima poin konsensus itu adalah menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, mengizinkan ASEAN untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar, serta mengizinkan utusan khusus ASEAN untuk mengunjungi dan bertemu dengan pemangku kepentingan di Myanmar.

"Berkaitan dengan Myanmar kondisi Myanmar saat ini memang sangat kompleks. Karena telah terjadi lebih dari 7 dekade dan Indonesia sebagai ketua Asean terus mendorong implementasi dari 5 poin konsensus di mana salah satunya adalah terkait dengan bantuan kemanusiaan," kata Jokowi saat jumpa pers di Labuan Bajo, NTT, Senin (8/5).

Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia telah memfasilitasi Pusat koordinasi Asean untuk bantuan kemanusiaan bagi penanganan bencana (AHA Centre) untuk Myanmar meski ada kendala akses.

Jokowi mengungkapkan sampai ada baku tembak saat AHA Centre hendak memberikan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

"Ini masalahnya adalah di masalah akses, kemarin AHA Centre didampingi tim monitoring Asean akan menyerahkan bantuan kemanusiaan, tapi sangat disayangkan di tengah perjalanan terjadi baku tembak menembak," ungkapnya.

Namun, kata Jokowi, komitmen Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Myanmar tak akan surut. Dirinya mengajak semua pihak berdialog bersama untuk mencari solusi.

"Saya tegaskan bahwa hal ini tidak akan menyurutkan tekad Asean dan Indonesia untuk menyerukan kembali hentikan kekerasan, stop using force, stop violence karena rakyat yang akan menjadi korban," ujar Jokowi.

"Karena kondisi ini tidak akan membuat siapapun menang. Saya mengajak marilah kita duduk bersama ciptakan ruang dialog untuk mencari solusi bersama," pungkasnya.

Rekomendasi