Pelaku Penembakan MUI Ngaku Wakil Nabi, Klaim Pernah Bertemu Rasulullah

Mustofa (60) nekat melakukan aksi penembakan ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantaran dirinya ingin diakui sebagai wakil nabi. Hal ini diawali dengan sebuah mimpi dalam tidurnya yang terjadi sebanyak dua kali.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Pelaku Penembakan MUI Ngaku Wakil Nabi, Klaim Pernah Bertemu Rasulullah
Tim Inafis Cek Kantor MUI Usai Penembakan. ©2023 Liputan6.com/Faizal Fanani

Mustofa (60) nekat melakukan aksi penembakan ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantaran dirinya ingin diakui sebagai wakil nabi. Hal ini diawali dengan sebuah mimpi dalam tidurnya yang terjadi sebanyak dua kali.

"Yang menjadi pemicu adalah dia mengaku bermimpi ketemu dengan Nabi Muhammad yang pertama tahun 1982, ketika beliau sakit keras. Kemudian yang kedua pada tahun 1992 kedua kali beliau mimpi," ujar ahli agama Islam Kementerian Agama Husni, saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/5).

Husni telah melakukan analisis terhadap surat yang dilontarkan Mustofa kepada pemerintah dan MUI. Selain itu, ia juga menyebutkan kalau Mustofa mengaku pernah bertemu nabi Muhammad di dunia nyata.

"Kemudian dia mengatakan dia dapat perintah atau pengakuan dari nabi bahwa dia itu adalah nabi kedua atau wakil nabi," jelasnya.

Mustofa merasa, MUI yang diakui kredibilitasnya oleh masyarakat untuk menjelaskan bahwa dirinya dapat mandat dari nabi sebagai wakil nabi. Ini yang menjadi dasar Mustoa mendatangi MUI.

Lebih lanjut, lembaga MUI juga dinilai oleh pelaku penembakan asal Lampung sebagai pihak yang mewarisi nabi. Namun, lembaga yang menampung para ulama di Indonesia hanya meneruskan ilmu-ilmu yang didapatkan berdasarkan ajaran Nabi.

Sehingga tidak mungkin MUI dapat menyatukan seluruh umat manusia di muka bumi.

"Majelis Ulama itu tidak punya kemampuan menyatukan umat manusia di seluruh dunia, hanya dia yang dapat mandat ini dari Tuhan lewat Baginda Nabi dan dia yang sangat prioritas mengakui dia sendiri yang mampu dia sendiri yang mampu," tuturnya.

Rekomendasi